Pencabulan Anak di Purwakarta

BREAKING NEWS- Baru Sehari Kerja, Bocah di Purwakarta Sudah Jadi Korban Pencabulan Pemilik Warung

Bocah 14 tahun yang jadi korban pencabulan merupakan pembantu di tempat warung makan milik pelaku di Purwakarta.

BREAKING NEWS- Baru Sehari Kerja, Bocah di Purwakarta Sudah Jadi Korban Pencabulan Pemilik Warung
shutterstock
ilustrasi korban pencabulan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA- Kasus pencabulan yang menimpa bocah laki-laki, anak di bawah umur, kembali terjadi di Kabupaten Purwakarta.

Kasus pencabulan kali ini menimpa bocah usia 14 tahun asal Sukatani, Kabupaten Purwakarta.

Pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur itu, CM (37), dijerat memakai pasal 82 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara 15 tahun.

Kasus ini terungkap, menurut Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP Handreas Ardian melalui Kanit PPA, Ipda Suherlan, atas laporan dari bibi korban yang mendapatkan aduan dari korban tersebut.

"Korban ini memang tinggalnya dengan bibinya karena orangtuanya ada di Jakarta. Pelaku, berdasar pemeriksaan dan pengembangan kami lakukan, mengaku kejadian ini baru sekali," katanya di Mapolres Purwakarta, Selasa (14/1/2020).

Lakukan Pencabulan Terhadap 17 Murid SD, Pelaku Mengaku Karena Jenuh dan Kesepian

Pembina Pramuka di Surabaya Dihukum Kebiri, Buntut Pencabulan Terhadap 15 Siswa

Adapun kronologis kejadian, ucap Ipda Suherlan, pelaku beraksi pada malam hari pukul 23.00 pada 19 November 2019.

Korban itu merupakan pembantu di tempat warung makan si pelaku yang baru bekerja selama sehari.

"Pelaku sebelumnya memang posting menerima lowongan pekerjaan sebagai pelayan, akhirnya korban bekerja di sana karena bibi korban kenal dengan pelaku," ujarnya.

Awal mula tepatnya pukul 20.30 wib, kata Suherlan, korban tengah tertidur karena merasa lelah setelah melayani pembeli seharian dan tidur di samping warung makan tersebut yang merupakan ruko kosong.

"Ketika tidur korban terbangun karena merasa ada yang mengangkat kepalanya.

Pelaku juga sempat bilang ke korban 'mau gak jadi anak angkat aa dan kerjanya tidur saja', bahkan pelaku juga imingi korban akan berikan uang juga handphone," ujarnya. (*)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved