Terpaksa Datangkan dari Sumatera, Perajin Sagon di Ciamis Kesulitan Dapatkan Bahan Baku Kelapa Tua

Ciamis salah satu daerah sentra produksi kelapa rakyat di Jabar, namun sejak musim kemarau lalu perajin sagon dan galendo kesulitan memperoleh kelapa.

Terpaksa Datangkan dari Sumatera, Perajin Sagon di Ciamis Kesulitan Dapatkan Bahan Baku Kelapa Tua
Tribun Jabar/Andri M Dani
Perajin sagon (camilan khas Ciamis) di Ciamis, Jawa Barat, terpaksa mendatangkan bahan baku berupa kelapa butir (kelapa tua) dari Sumatera. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Ciamis merupakan salah satu daerah sentra produksi kelapa rakyat di Jabar, namun sejak musim kemarau lalu perajin sagon dan galendo kesulitan memperoleh kelapa.

Padahal kelapa merupakan bahan baku utama untuk memproduksi sagon maupun galendo makanan khas dari Ciamis tersebut.

Para perajin sagon dan galendo pun terpaksa mendatangkan kelapa dari Sumatera.

“Setiap minggu saya butuh 1.000 butir kelapa. Tetapi selama musim kemarau sampai sekarang sulit untuk mendapatkan kelapa lokal. Kami terpaksa menggunakan kelapa yang didatangkan dari Sumatera,” ujar H Eman Suhaiman (73) kepada Tribun di rumahnya di Dusun Cikatomas RT 10 RW 04 Desa Handapherang Ciamis Senin (13/1/2020).

Minimnya pasokan kelapa butir lokal di Ciamis karena selama musim kemarau produksi kelapa butir (kelapa tua) menurun tajam dan kualitasnya juga kurang bagus.

Selain itu maraknya pemetikan kelapa muda untuk es kelapa dan meningkatkan penyadapan nira untuk produksi gula kelapa, membuat pasokan kelapa butir lokal di Ciamis makin terbatas.

Sehingga usaha yang bahan bakunya menggunakan kelapa butir dalam jumlah banyak terpaksa mendatangkannya dari luar daerah.     

Perajin sagon (camilan khas Ciamis) di Ciamis, Jawa Barat, terpaksa mendatangkan bahan baku berupa kelapa butir (kelapa tua) dari Sumatera.
Perajin sagon (camilan khas Ciamis) di Ciamis, Jawa Barat, terpaksa mendatangkan bahan baku berupa kelapa butir (kelapa tua) dari Sumatera. (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Kebetulan di Ciamis yakni di Kawali ada bandar kelapa yang khusus didatangkan dari Sumatera baik itu dari Lampung, Palembang maupun Bengkulu.

“Harga kelapa dari Sumatera sedikit lebih mahal dari kelapa lokal Ciamis. Harganya diterima di Ciamis Rp 4.000/butir sementara kelapa lokal Rp 3.500/kg.  Perajin galendo juga ada yang menggunakan kelapa dari Sumatera ini,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Andri M Dani
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved