ASN Tertangkap Nyabu

Oknum ASN Pemkab Majalengka Gunakan Sabu Selama Sebulan, Ini Cara Pelaku Sembunyikan Barang Haram

AT (47), salah satu oknum ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka mengaku telah menggunakan sabu dalam kurun waktu satu bula

Oknum ASN Pemkab Majalengka Gunakan Sabu Selama Sebulan, Ini Cara Pelaku Sembunyikan Barang Haram
Tribun Jabar/Eki Yulianto
Oknum ASN Pemkab Majalengka yang kedapatan mengonsumsi narkotika jenis sabu setelah diamankan di Mapolres Majalengka, Senin (13/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - AT (47), salah satu oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka mengaku telah menggunakan sabu dalam kurun waktu satu bulan.

Dalam waktu tersebut, pelaku yang berasal dari Kelurahan Simpeureum, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka itu telah empat kali membeli barang haram tersebut dari Bandung.

"Menurut pengakuannya dipakai untuk penenang, pesan lewat telepon dikirim barang melalui kendaraan umum. pengakuan sudah satu bulan berjalan. Dia membeli sudah empat kali, dan terakhir kedapatan ada sisa pakai itu seberat 0,46 gram," ujar Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono melalui Kasat Narkoba, AKP Ahmad Nasori, Senin (13/1/2020).

BREAKING NEWS Pakai Sabu, Seorang ASN Pemda Majalengka Diringkus Polisi

Dari pengakuannya, lanjut AKP Ahmad, tersangka membungkus sabu tersebut menggunakan plastik bening.

Plastik bening itu, dimasukan ke dalam sebuah bungkus rokok kosong yang dimasukan ke dalam kantong plastik warna hitam di dalam sebuah bupet di rumahnya.

"Pelaku menggunakan dua paket sabu yang terbungkus plastik bening, lalu dimasukan ke sebuah bungkus rokok. Kami temukan di bupet di rumahnya sekitar pukul 04.00 WIB pada tanggal 6 Januari 2020 kemarin," ucapnya.

AKP Ahmad menjelaskan, pelaku membeli paket sabu tersebut dari seorang pengedar di daerah Kota Bandung.

ASN di Majalengka Nyabu, Ini Deretan Barang Bukti yang Diamankan Polisi

Melalui kendaraan umum, pengedar itu mengirimkan barang haram tersebut dan menyimpan di salah satu titik yang telah disepakati.

"Pelaku menghubungi melalui hubungan telepon. Setiap paket sabu beli seharga Rp 700 ribu - Rp 800 ribu. Padahal, uangnya ditransfer," kata Kasat Narkoba.

Akibat tindakannya, tersangka dijerat pasal 112 ayat 1 Jo pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan terancam hukuman minimal 5 tahun penjara atau maksimal 12 tahun penjara.

Begini Alasan Oknum ASN Pemkab Majalengka Ini Kerap Mengisap Sabu di Rumah

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved