Breaking News:

Serunya Saat Minatur Mobil Offroad Terabas Lintasan Hutan Lindung di Lembang

Puluhan mobil Mini Remote Control Adventure melaju di lintasan terjal di hutan lindung Giri Weuning, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (12/1)

Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Pencinta mobil Mini Remote Control (RC) Adventure saat memainkan mobilnya di hutan lindung Giri Weuning, Desa Wangunharja, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu (12/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, LEMBANG - Puluhan mobil Mini Remote Control (RC) Adventure melaju di lintasan terjal di hutan lindung Giri Weuning, Desa Wangunharja, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu (12/1/2020).

Minatur mobil Offroad itu dimainkan oleh pencinta Mini Remote Control Adventure se-Jawa Barat.

Layaknya mobil Offroad sungguhan, mobil mini itu tampak gahar melaju di setiap trek basah dan terjal untuk saling beradu kecepatan hingga menjadi yang terdepan.

Saat dimainkan, tak jarang mobil-mobilan itu terjungkal karena harus melaju di turunan terjal yang terbentuk alami.

Di lintasan itu terdapat bebatuan dan akar tumbuhan yang membuat lintasan menjadi sulit dilintasi.

Untuk antisipasi kerusakan pada mobilnya, pemilik mobil-mobilan Offroad mini itu sudah menyiaplan sejumlah peralatan seperti obeng, tang, minyak pelumas dan spare part cadangan.

"Track off-road alam ini memiliki keunikan dan menantang. Tentunya menjadi sesuatu yang berbeda jika dibandingkan dengan track on-road," ujar Anggota Mini Adventure Jabar, Kelik (40) disela kegiatan.

Pencinta mobil Mini Remote Control (RC) Adventure saat memainkan mobilnya di hutan lindung Giri Weuning, Desa Wangunharja, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu (12/1/2020).
Pencinta mobil Mini Remote Control (RC) Adventure saat memainkan mobilnya di hutan lindung Giri Weuning, Desa Wangunharja, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu (12/1/2020). (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

Ia mengatakan, dipilihnya areal hutan lindung sebagai tempat untuk uji kemahiran mengendalikan mobil Offroad mini karena bisa sekaligus menikmati pemandangan dan suasana khas alam.

Selain itu, kata dia, kontur tanah di hutan juga memiliki keunikan tersendiri yang tidak sama dengan track-track off-road Mini RC biasanya, yakni, lintasannya yang terjal dan menantang saat mobil dimainkan.

"Untuk penggemarnya banyak dari kalangan anak-anak, mahasiswa, karyawan, sampai para orang tua dikarenakan harganya yang terjangkau," katanya.

Penggemar Mini RC lainnya, Uli (35) mengatakan, untuk harga mobil-mobilan yang sangat unik ini dibandrol mulai dari Rp 500 ribu, namun kebanyakan para penghobi memodifikasi mobilnya hingga jutaan rupiah untuk mengganti gearbox, baterai, remote dan yang lainnya.

Dulunya, kata dia, harga mobil-mobilan dengan skala 1:10 ini harganya relatif lebih tinggi mencapai Rp 5-10 juta, tetapo untuk saat ini sudah banyak yang lebih murah.

"Kalau sekarang ada produsen yang memproduksi mobil RC dengan harga di bawah satu juta, jadi lebih banyak peminatnya," kata Uli.

Selain membeli mobil yang sudah jadi, banyak dari mereka yang memodifikasi tampilan mobilnya sendiri sesuai keinginannya. Hal itu seperti yang dilakukan penggemar asal Bandung Miftah Satria (35).

Miftah mengubah mobil bus, menjadi truk Dakkar 6X6 WD dengan menggunaka sasis yang orisinil, sementara untuk kabinnya saya membuat sendiri.

"Untuk kabin saya membuat dari bahan PVC, akrilik dan triplek, saya senang dengan detailingnya," kata Miftah.

Mini RC Adventure saat ini bisa dibilang sedang naik daun karena setiap diadakan kompetisi Race Country Road, masyarakat maupun penghobi dari berbagai daerah seperti Bandung Raya dan Sumedang turut hadir untuk berpartisipasi unjuk kemahiran dalam mengendalikan miniatur kendaraan off-road.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved