Sampah Sisa Banjir di KBB Mencapai 200 Ton, Ada Sampah Kasur dan Bantal

Semua sampah sisa banjir bandang di tiga wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat ini sudah diangkut oleh petugas kebersihan DLH KBB

Sampah Sisa Banjir di KBB Mencapai 200 Ton, Ada Sampah Kasur dan Bantal
Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
Ilustrasi truk-truk sampah pengangkut sampah sisa banjir 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH- Semua sampah sisa banjir bandang di tiga wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat ini sudah diangkut oleh petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB.

Sampah tersebut diangkut dari daerah yang paling parah terdampak banjir, yakni Kampung Lebaksari, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Perumahan Cimareme Indah dan Kampung Pajagalan Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang.

Kepala DLH KBB, Apung Hadiat Purwoko mengatakan, total sampah yang telah diangkut oleh petugas kebersihan dari tiga daerah yang terdampak banjir itu mencapai 200 ton.

"Sebanyak 200 ton sampah itu kita angkut selama 5 hari dari tiga wilayah yang terdampak banjir bandang. Alhamdulillah semuanya sudah selesai," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Minggu (12/1/2020).

Untuk mengangkut 200 ton sampah itu, pihaknya menurunkan 3 unit truk sampah ke satu lokasi, sehingga total truk yang diturunkan untuk mengangkut sampah dari 3 lokasi sebanyak 9 unit truk.

Bocah yang Hanyut Ditelan Banjir Bandang di Sungai Cicadas Tasikmalaya, Hingga Kini Belum Ditemukan

Berkah dari Bank Sampah di Baleendah, Ismail Berbagi dengan Anak Yatim, Warga Mulai Rebutan Sampah

Apung mengatakan, sampah yang sudah diangkut itu didominasi sampah bekas pakaian, kasur, bantal, alat-alat rumah tangga, ranting pohon dan berbagai jenis sampah plastik sisa makanan ringan.

"Semuanya sudah diangkut dan sifatnya situasional kalau masih ada sampah tambahan, baru kita tindaklanjuti," kata Apung.

Dalam satu hari, pihaknya rata-rata mengangkut lebih dari 45 ton sampah dari tiga lokasi yang terdampak banjir bandang tersebut, terutama sampah bekas pakian yang kondisinya basah.

"Pasti, kalau sampah sisa banjir ya basah, tapi pengangkutan tetap maksimal hingga semua wilayah saat ini benar-benar bersih," ucapnya.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved