Angkut 200 Ton Sampah Sisa Banjir Bandang KBB, Pengangkutan Rutin Sampah dari TPS Sempat Terganggu

Angkut 200 ton sampah sisa banjir bandang di KBB, pengangkutan rutin sampah dari TPS sempat terganggu.

Angkut 200 Ton Sampah Sisa Banjir Bandang KBB, Pengangkutan Rutin Sampah dari TPS Sempat Terganggu
Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Anggota Kodim 0609/Kabupaten Bandung dan anggota Polres Cimahi saat membersihkan sampah dan lumpur di lokasi banjir bandang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Pengangkutan sampah rutin dari tempat pembuangan sementara (TPS) pascabanjir bandang menerjang tiga wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) sempat terganggu.

Pasalnya, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB harus mengangkut sampah sisa banjir yang totalnya mencapai 200 ton dari wilayah yang terdampak banjir bandang tersebut.

Sebanyak 200 sampah itu diangkut dari Kampung Lebaksari, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah; Perumahan Cimareme Indah; serta Kampung Pajagalan, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang.

Kepala DLH KBB, Apung Hadiat Purwoko mengatakan, selama fokus melakukan pengangkutan sampah sisa banjir, pihaknya mendapat komplain dari masyarakat karena ada sampah di TPS yang belum terangkut.

"Memang pengangkutan sampah rutin terganggu, ada yang sampai satu minggu tidak terangkut. Tapi sejauh ini sudah tertangani," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (12/1/2020).

Kurangnya jumlah petugas kebersihan dan mobil truk pengangkut sampah menjadi salah satu penyebab terkendalanya pengangkutan sampah rutin dari setiap TPS yang ada di KBB itu.

"Karena pascabanjir kebanyakan petugas melakukan pengangkutan di daerah yang terdampak, jadi petugas pengangkut sampah rutinnya terbagi ke sana," kata Apung.

Namun untuk saat ini, kata Apung, aktivitas pengangkutan sampah rutin di setiap TPS sudah kembali normal karena semua sampah sisa banjir bandang sudah semuanya diangkut.

"Jadi masyarakat yang terdampak banjir bandang juga sudah bisa beraktivitas secara normal karena sampah dari daerah dan rumah mereka sudah bersih," ucapnya.

Sampah Sisa Banjir di KBB Mencapai 200 Ton, Ada Sampah Kasur dan Bantal

Cuaca Buruk, Nelayan-nelayan Kecil di Indramayu Nganggur, Mulai Serabutan dan Berutang

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved