Menjelang Imlek, Pengrajin Dodol Cina di Majalengka Kebanjiran Order, Bisa Sampai 2,5 Ton

Pengrajin kue keranjang atau dodol Cina di Blok Posong, Desa Mekarsari, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka

Menjelang Imlek, Pengrajin Dodol Cina di Majalengka Kebanjiran Order, Bisa Sampai 2,5 Ton
tribunjabar/eki yulianto
Pengrajin dodol Cina di Majalengka 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Pengrajin kue keranjang atau dodol Cina di Blok Posong, Desa Mekarsari, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka kebanjiran order menjelang tahun baru Imlek pada 25 Januari 2020.

Ibang (63), pengrajin dodol Cina asal Jatiwangi itu mengaku sejak awal bulan ia sudah mulai memproduksi dodol Cina  lantaran kebanjiran orderan.

Orderan itu kebanyakan datang dari Majalengka maupun Bandung.

"Kami sudah mulai memproduksi sejak 1 Januari 2020, karena banyak yang sudah memesan untuk tradisi imlekan," ujar Ibang saat ditemui di pabriknya, Sabtu (11/1/2020).

Dituding Simpanan Petinggi Garuda Siwi Widi Bicara Klarifikasi, Hotman Paris Sentil Citra Perusahaan

Ibang menyebut, tahun lalu ia dapat memproduksi dodol Cina sebanyak 2,5 ton.

Sedangkan, pada tahun ini, ia memperkirakan akan memproduksi tidak jauh berbeda dibanding tahun lalu.

"Sampai hari ini sih, pemesan masih di titik kwintalan. Namun, masih ada beberapa hari lagi menjelang Imlek, oleh karena itu, secara keseluruhan produksi pada tahun ini tidak jauh berbeda alias stabil," ucapnya.

Ibang juga menyampaikan, setiap harinya dirinya bersama beberapa anggota keluarganya dapat memproduksi sebanyak 1 kwintal dodol.

TERNYATA 23 Menteri Jokowi Belum Laporkan Harta Kekayaan ke KPK, Waktu Batas Pelaporan Hampir Habis

Jumlah produksi itu, untuk memenuhi pesanan yang berasal dari Jatiwangi wilayah Majalengka dan Bandung.

"Kami dapat menjual di harga Rp 32 ribu per kilo yang berisi 3 buah dodol. Namun, jika ukurannya kecil, 1 kg dapat 4 buah dodol," kata Ibang.

Menurut Ibang, pembuatan dodol Cina tidak dapat terlepaskan dari tradisi tahun baru Imlek.

Bahkan, dirinya sudah mulai usaha membuat dodol sejak 1976 silam.

"Saya dari tahun 1976 sudah mulai membuat dodol dan selalu membuat satu tahun sekali menjelang Imlek. Awalnya saya ikut orang Cina di sini (pabrik Jatiwangi), namun sejak tahun 1990, pemilik pabrik ini pindah ke Bandung, makanya sekarang saya yang kelola," jelasnya.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved