Karawang Dilanda Banjir, Ribuan Hektare Sawah di 7 Kecamatan Terendam, Terancam Gagal Panen

Bencana banjir di sejumlah wilayah di Karawang masih berlangsung hingga Jumat (10/1/2020).

Karawang Dilanda Banjir, Ribuan Hektare Sawah di 7 Kecamatan Terendam, Terancam Gagal Panen
Tribun Jabar
Ilustrasi Banjir 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Bencana banjir di sejumlah wilayah di Karawang masih berlangsung hingga Jumat (10/1/2020).

Ribuan hektare sawah di tujuh kecamatan pun terendam selama sepekan ini.

Kepala Seksi Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Yuyu Yudaswara, mengatakan bahwa saat ini masih ada 2.900 hektar sawah di Karawang yang terendam banjir.

Sawah yang terendam ini padahal sudah tergarap oleh petani.

"2.900 hektar sawah masih terendam banjir dari 23 desa di tujuh kecamatan. Ribuan sawah ini terendam waktu yang beda sejak satu hingga lebih dari tujuh hari," katanya melalui sambungan telepon.

Upaya Pencarian Natasya, Bocah 4 Tahun yang Terseret Banjir Bandang di Tasik Terkendala Sampah

Padi yang sudah ditanam pun ikut terendam. Bahkan, sebagian besar terendam sejak tiga hari lalu dengan ketinggian yang beragam.

Titik yang paling banyak terendam berada di Desa Tambaksumur l, Kecamatan Tirtajaya dengan luas area sawah yang terendam seluas 535 hektar.

"Ini (terendam) dapat berpotensi benih yang telah ditanam menjadi gagal tanam. Kalau yang terendam selama lima hari ini berpotensi tanaman mati," ujarnya.

Terendamnya sawah di Kabupaten Karawang dapat berpengaruh pada kuantitas padi yang dihasilkan untuk kebutuhan masyarakat.

Padi yang bisa dipanen pun kemungkinan besar akan berkurang kualitasnya.

"Untuk produksi berpotensi turun sekitar 50 persen dari biasanya dipanen di luas area itu dan kualitas padi yang sedang panen harganya pun akan jatuh di bawah HPP (harga pokok penjualan) sebesar Rp 3000 per kilogramnya," ucap dia.

Saat ini, Yuyu menegaskan pihaknya terus mengupayakan untuk mengantisipasi banjir di sawah tersebut.

Namun, diakuinya curah hujan yang turun masih tinggi sehingga air pun kembali terus menggenang di persawahan di Kabupaten Karawang.

"Kami sudah upayakan pompa air untuk penyedotan, pengerukan di pembuang yang dangkal," katanya.

Pencarian Bocah 4 Tahun yang Terseret Banjir Bandang di Tasik Dihentikan Sementara

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved