VIDEO Ini Kata Kasatreskrim, Terkait Ojol yang Sempat Viral Karena Menjadi Korban Penusukan

Seorang driver ojeg online yang foto dan videonya viral menjadi korban penganiayaan dengan senjata tajam di daerah Dago Resort beberapa hari lalu, ter

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Seorang driver ojeg online yang foto dan videonya viral menjadi korban penganiayaan dengan senjata tajam di daerah Dago Resort beberapa hari lalu, ternyata membuat laporan palsu kepada polisi karena kecewa kepada keluarganya.

Kasat Reskrim Polresta Bandung, AKP Agta Bhuana Putra, S.I.K., M.A.P, mengungkapkan, Hari ini rilis bahwa memang ada laporan palsu terkait kejadian penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam.

Farras menunjukan jaket yang dipakainya, sedangkan Kapolsek Cimenyan, Kompol Sumi menujukkan pisau yang digunakan saat Farras berpura-pura menjadi korban penusukan, di Mapolresta Bandung, Jumat (10/1/2020)
Farras menunjukan jaket yang dipakainya, sedangkan Kapolsek Cimenyan, Kompol Sumi menujukkan pisau yang digunakan saat Farras berpura-pura menjadi korban penusukan, di Mapolresta Bandung, Jumat (10/1/2020) (tribunjabar/lutfi ahmad mauludin)

"Setelah kami menerima laporan ada beberapa kejanggalan dan saya perintahkan penyidik, untuk melakukan penyelidikan, apakah memang ada kejadian tersebut atau tidak," ujar Agta, di Mapolresta Bandung, Jumat (10/1/2020).

Agta menjelaskan, setelah didalami dan hari Kamis korban, yakni Farras Armanda Wijaya(18), menyampaikan bahwa memang itu merupakan kejadian palsu, yang bersangkutan juga menyampaikan membuat laporan palsu.

"Untuk motif korban ada permasalahan dalam keluarga, mungkin dengan melakukan itu untuk mencari perhatian (keluarganya)," kata dia.

Menurut Agta, laporannya memang terjadi penganiayaan, dengan kondisi korban dijalan ditemukan oleh warga memegang pisau yang menembus ke dalam arah perut.

"Setelah melakukan visum dan lainnya, kami lakukan penyelidikan ada kejanggalan ,setelah melakukan penyelidikan kurang lebih 3 hari, menyimpulkan dan ada pengakuan dari korban ini laporan palsu dan kejadian palsu," tuturnya.

Agta mengatakan, yang melakukan laporan kepada Polisi adalah korban.

"Sebab saat kejadian yang bersangkutan ditemukan oleh warga, dilakukan tindakan penyelamatan, kami bawa ke rumah sakit, dan diarahkan untuk membuat laporan," ujar Agta.

Kejadian tersebut, kata Agta, sempat viral juga di media sosial.

"Untuk sementara kami akan lakukan pembinaan (terhadap yang bersangkutan) kemudian kami masih menunggu arahan dari pimpinan," ucapnya.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Video Production: Wahyudi Utomo

 
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: yudix
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved