Sekda Majalengka Bakal Dilelang Secara Terbuka, Pejabat Lama Pensiun 1 Maret 2020

Bupati Majalengka Karna Sobahi segera akan membuka lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda).

Sekda Majalengka Bakal Dilelang Secara Terbuka, Pejabat Lama Pensiun 1 Maret 2020
tribunjabar/eki yulianto
Bupati Majalengka Karna Sobahi di Majalengka, Jumat (10/1/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Bupati Majalengka Karna Sobahi segera akan membuka lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda).

Ia memastikan proses lelang itu akan digelar secara terbuka (open bidding) dan akan dibuka dalam beberapa hari ke depan.

"Berbagai persiapan telah ditempuh, mulai dari izin dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan kepada Gubernur Jawa Barat, hingga pembentukan panitia seleksi (Pansel)," ujar Karna, Jumat (10/1/2020).

Karna menjelaskan, dibukanya proses open bidding ini, lantaran jabatan Sekda Majalengka yang saat ini dijabat oleh Ahmad Sodikin, bakal memasuki masa pensiun 1 Maret 2020.

Sehingga, untuk memunculkan calon Sekda baru, prosesnya dilakukan melalui mekanisme open bidding.

Persib Resmi Kontrak Tujuh Pemain, Diberi Kontrak Dua Tahun, Ini Nama-namanya

"Pak Sekda akan pensiun pada 1 Maret 2020 ini, kita akan buka open bidding. Sebentar lagi akan kita umumkan secara nasional, siapa yang berminat menjadi Sekda di Majalengka. Nanti diserahkan ke Pansel seluruh proses seleksinya. Hingga nanti muncul tiga nama peserta seleksi tiga besar untuk dipilih salah satunya,” ucapnya.

Menurut Karna, open bidding yang dilakukan kali ini hanya untuk menjaring calon Sekda.

Sementara untuk pengisian Eselon II lainnya yang akan pensiun, akan menjadi tugas yang dijalankan oleh Sekda terpilih yang baru nantinya.

"Nanti tiga OPD (Pejabat Eselon II) yang akan pensiun itu open bidding-nya oleh Sekda yang baru, Maret mulainya,” kata Bupati.

Gasak Ratusan Ponsel di Toko di Kota Bandung, 7 Maling Diciduk Polisi

Bupati menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka akan memetakan terlebih dahulu jabatan Eselon II tersebut, untuk memastikan jabatan mana yang akan dilakukan open bidding pada pengisian jabatannya.

Sebab, tidak mungkin akan dilakukan open bidding pada jabaan yang beban kerjanya besar.

"Contoh yang akan pensiun nanti Pak Toto kepala BKPSDM. Kan tidak mungkin OPD itu kita biarkan kosong karena beban kerjanya tinggi. Kita tempatkan dulu pejabat lain di sana (BKPSDM), nanti yang di-open bidding pada jabatan-jabatan di OPD yang tipe B terlebih dahulu,” jelasnya.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved