Produksi Kue Kering Pakai Telur Busuk, Pabrik Ini Digerebek Polisi, Sudah Beroperasi 5 Tahun

Sebuah pabrik kue kring di Desa Tukum, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, digerebek polisi, Selasa (7/1/2020).

ANTARA/Zumrotun via Kompas.com
Tim Polda Jatim menunjukan barang bukti kue bidaran yang menggunakan bahan baku dari telur busuk di rumah industri kue di Lumajang, Selasa (7/1/2020). 

TRIBUNJABAR.ID, LUMAJANG - Sebuah pabrik kue kring di Desa Tukum, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, digerebek polisi, Selasa (7/1/2020).

Pemilik pabrik berinisial IS pun ditetapkan sebagai tersangka.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Kombes Pitra Andrias Ratulangi seperti dilansir dari Antaranews.com mengatakan, IS sudah menjalankan usaha pembuatan kue kering itu sejak 2014.

Dalam menjalankan usaha pembuatan kue kering itu, pelaku mengaku sengaja menggunakan bahan dasar telur busuk agar dapat menekan biaya produksi.

Viral Kades Geber Motor RX King Jelang Pelantikan di Komplek Pemkab Magelang

"Berdasarkan keterangan IS, telur-telur busuk itu diperoleh dari seseorang yang berinisial S dari Probolinggo dengan harga Rp 300 per butir yang dikirim setiap seminggu dua kali dengan jumlah sekitar 3.000 hingga 5.000 butir sekali kirim," terangnya.

Dengan menggunakan bahan dasar tak layak konsumsi dan berpotensi mengancam kesehatan itu, ia dalam sebulan dapat meraup keuntungan hingga mencapai puluhan juta rupiah.

Kue kering hasil produksinya, dipasarkan pelaku di sejumlah daerah. Seperti Kabupaten Lumajang, Probolinggo, dan Jember.

"Rumah produksi makanan ringan itu beromset puluhan juta per bulannya karena berdasarkan pengakuannya, produksi dilakukan seminggu empat kali dan dalam sekali produksi bisa mendapatkan omset Rp 4,5 juta yang diedarkan di wilayah Tapal kuda," jelasnya.

Sementara itu seperti dikutip dari Kompas TV, pengungkapan kasus itu berawal dari laporan warga yang merasa resah dengan aktivitas pabrik.

Sebab, warga selalu mencium bau tak sedap saat industri rumahan kue kering itu menjalankan operasinya.

Dari penggerebekan yang dilakukan polisi dan dinas terkait pada Selasa (7/1/2020), petugas mendapatkan sejumlah barang bukti. Dan menetapkan pemilik industri rumahan IS sebagai tersangka.

Setelah Autopsi, Suami Lina, Teddy Blak-blakan Minta Maaf kepada Sule, dan Mantan Istri di Amerika

Selain menemukan barang bukti telur busuk, tempat usaha yang dijalankan IS juga diketahui tidak dilengkapi dengan surat izin dari Dinas Kesehatan maupun BPOM.

Atas perbuatannya itu, polisi akan menjerat tersangka IS dengan dengan pasal 35 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dan UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Tak Boleh Lagi Parkir di Jalan, Pemilik Mobil di Depok Harus Punya Garasi atau Didenda Rp 20 Juta

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved