Belum Cukup Umur, 606 Pasangan di Ciamis Meminta Dispensasi Nikah, Sejak Tahun Lalu

Belum cukup umur, 606 pasangan di Ciamis meminta dispensasi nikah. Sejak tahun lalu.

Belum Cukup Umur, 606 Pasangan di Ciamis Meminta Dispensasi Nikah, Sejak Tahun Lalu
Tribun Jabar/Andri M Dani
Asda I Pemkab Ciamis H Ika Darmaiswara mewakil Bupati Ciamis didampingi Ketua PA Kelas I A Ciamis, Drs H Anang Permana SH MH Jumat (10/1/2020) siang melaunching Pusat Layanan Publik Terpadu Pojok e-court, Posbakum dan Anjungan Layanan Mandiri di lantai 1 PA Ciamis. Pusat layanan terpadu ini untuk memudahkan warga berperkara di PA Ciamis dan yang pertama di Jabar. 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Karena usia belum mencukupi, sebanyak 606 pasangan calon pengantin di Ciamis mengajukan permohonan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama (PA) Kelas I A Ciamis pada tahun 2019 dan awal tahun 2020 ini.

Banyak recana pernikahan tertunda karena pihak KUA menolak lantaran pasangan yang akan menikah belum memenuhi syarat usia.

“Pada tahun 2019 ada 553 pasangan calon pengantin yang mengajukan permohonan dispensasi nikah. Dan pada awal tahun 2020 ini sampai Kamis (9/1/2020) sudah ada 53 pasangan calon pengantin yang mengajukan permohonan dispensasi nikah,” ujar Ketua PA kelas I A Ciamis, Drs H Anang Permana SH MH kepada Tribun Jabar seusai launching Ruang Layanan Publik Pojok E-Court, Posbakum dan Anjungan Layanan Mandiri di Lantai I Gedung PA Ciamis, Jumat (10/1/2020) siang.

Dari PA se-Jabar baru PA Ciamis yang sudah memiliki ruang layanan publik terpadu.

Permohonan dispensasi nikah (menikah karena usia belum memenuhi syarat/pernikahan dini) selama tahun 2019 sebanyak 553 permohon.

Pada bulan Januari (15 permohonan), Februari (5), Maret (11), April (9), Mei (3), Juni (4), Juli (8), Agustus (17), September (4), Oktober (27), November (133), dan Desember (317 permohonan).

Pada minggu pertama bulan Januari awal tahun 2020 ini sampai Kamis kemarin jumlah permohonan dispensasi nikah sudah mencapai 53 permohonan. 

Membludaknya permohonan dispensasi nikah tersebut terjadi sejak bulan November 2019 menyusul diberlakukannya UU No 16 Tahun 2019 sebagai revisi UU No 1 tahun 1974 (UUPernikahan).  

Setelah ada yudisial review  UU No 1 tahun 1974 ( UU Perkawinan) dari KPAI ke MK tentang batas usia pernikahan, maka lahir UU No 16 tahun 2019 sebagai revisi UU No 1 tahun 1974.

“Revisi UU Perkawinan tersebut hanya menyangkut 1 ayat yakni syarat usia pasangan yang akan menikah. Semula  batas usia calon pengantian laki-laki 18 tahun dan calon pengantin perempuan 16 tahun direvisi jadi 19 tahun baik untuk laki-laki maupun  perempuan. Usia pernikahan sama 19 tahun tersebut dengan pertimbangan kesamaan gender, kesiapan reproduksi, juga menyangkut kesiapan ekonomi/pekerjaan,” jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Andri M Dani
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved