Ada Sekitar 10 Ribu Hektare Lahan Kritis di Kabupaten Indramayu, Banjir pun Mengancam

Ribuan lahan kritis itu menyebar di berbagai wilayah di Kabupaten Indramayu, salah satunya di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi.

Ada Sekitar 10 Ribu Hektare Lahan Kritis di Kabupaten Indramayu, Banjir pun Mengancam
Tribun Cirebon/Handhika Rahman
Amas Wijaya, Wakil Kepala Divisi Regional Kelola Sumber Daya Hutan Jabar dan Banten Perhutani, Jumat (10/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU- Sekitar 10 ribu lahan di Kabupaten Indramayu masuk kategori lahan kritis, bencana banjir pun mengancam keselamatan warga.

Ribuan lahan kritis itu menyebar di berbagai wilayah di Kabupaten Indramayu, salah satunya di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi.

Wakil Kepala Divisi Regional Kelola Sumber Daya Hutan Jabar dan Banten Perhutani Amas Wijaya mengatakan, faktor perkembangan ekonomi menjadi penyebab utama kritisnya lahan di Kabupaten Indramayu.

"Ini memang terkendala juga oleh faktor perkembangan ekonomi, banyak lahan-lahan yang kondisinya sudah digarap terlalu intens menurut saya," ujar dia kepada Tribuncirebon.com dalam kegiatan penanaman pohon di lahan milik Perhutani di samping ruas Tol Cipali KM 123-140, Jumat (10/1/2020).

Menurut Amas Wijaya, mesti ada upaya penyelamatan secara kontinyu untuk memulihkan lingkungan hutan di Kabupaten Indramayu.

Selain dari pemerintah, upaya tersebut juga harus didukung oleh masyarakat.

Skenario Besar Pemprov Jabar untuk Tangani Lahan Kritis, Kolaborasi Pentahelix Semua Warga Terlibat

Warga Indramayu Diimbau Waspada Terkait Cuaca Buruk, Jika Terjadi Bencana Langsung Lapor

Amas Wijaya menyarankan, masyarakat yang memiliki lahan pesawahan bisa menanami pohon-pohon keras produktif, seperti pohon jati, kayu putih, dan pohon-pohon keras produktif lainnya.

"Harapan kami ke masyarakat kalau pun memanfaatkan lahan untuk pertumbuhan ekonomi, faktor lingkungannya juga harus dijaga, seperti di sawahnya itu pada pematang-pematangnya dilakukan penanaman tanaman keras produktif, seperti pohon jati, dan lain-lain," ujarnya.

Hal ini penting dilakukan, mengingat letak geografis Kabupaten Indramayu merupakan salah satu bagian terpenting dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk.

Jangan sampai, lahan kritis tersebut dibiarkan begitu saja sehingga membuat struktur tanah menjadi jenuh dengan air.

Hal tersebut akan berdampak pada meluapnya sungai karena tidak adanya penyerapan dari pepohonan.

"Harapan kami, kegiatan penanaman pohon juga dilanjutkan dengan kegiatan pemeliharaan dan perawatan," ucapnya.

"Karena kunci utama dalam pemulihan lahan kritis itu, yakni setelah penanaman ialah harus adanya perawatan," ujar Amas Wijaya.

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved