Terima Aduan Baru, Polisi Inggris Sebut Jumlah Korban Pemerkosaan Reynhard Sinaga Bisa Bertambah

Polisi di Inggris menerima sejumlah aduan baru yang mengaku menjadi korban pemerkosaan oleh Reynhard Sinaga.

Terima Aduan Baru, Polisi Inggris Sebut Jumlah Korban Pemerkosaan Reynhard Sinaga Bisa Bertambah
Facebook
korban pelecehan seksual tidak menyangka Reynhard Sinaga orang berbahaya 

TRIBUNJABAR.ID, MANCHESTER - Polisi di Inggris menerima sejumlah aduan baru yang mengaku menjadi korban pemerkosaan oleh Reynhard Sinaga.

Dengan begitu, jumlah korban Reynhard Sinaga berpotensi bertambah.

Pada Senin (6/1/2020), Reynhard dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, dengan hukuman minimal 30 tahun penjara atas 159 dakwaan serangan seksual, termasuk 136 pemerkosaan.

Berdasarkan dokumen pengadilan, Reynhard terbukti mengajak 48 pria dari klub-klub malam di Manchester ke apartemennya, tempat dia kemudian membius, memperkosa, dan menyerang mereka.

Ingin Mengatai Reynhard Sinaga di Medsos, Netizen Indonesia Salah Sasaran, Akun Ini Jadi Korbannya

Namun, korban Reynhard kemungkinan tidak terbatas pada 48 pria. Kepolisian Manchester mengatakan sebuah unit khusus yang dibentuk khusus untuk menerima laporan serangan seksual mendapatkan "respons yang sangat positif."

Juru bicara Kepolisian Manchester Raya mengatakan, "Untuk alasan operasional kami tidak bisa memberikan jumlah laporan yang kami dapatkan melalui unit khusus ini atau informasi yang kami peroleh melalui portal Insiden Besar Publik saat ini."

"Namun, kami dapat memastikan bahwa sejumlah laporan ini terkait [orang-orang yang] berpotensi [menjadi] korban Sinaga," kata polisi.

Rekaman CCTV saat Reynhard Sinaga keluar dari apartemennya di Manchester. Reynhard Sinaga dihukum seumur hidup setelah terbukti melakukan 159 pemerkosaan, dan merupakan kasus terbesar dalam sejarah hukum di Inggris.
Rekaman CCTV saat Reynhard Sinaga keluar dari apartemennya di Manchester. Reynhard Sinaga dihukum seumur hidup setelah terbukti melakukan 159 pemerkosaan, dan merupakan kasus terbesar dalam sejarah hukum di Inggris. (CCTV GREATER MANCHESTER POLICE via BBC Indonesia)

Reynhard biasanya menunggu para pria yang meninggalkan klub-klub malam sebelum mengajak mereka ke flatnya dengan tawaran minum atau menelponkan taksi.

Dia lantas membius para korban sebelum menyerang mereka yang dalam kondisi tidak sadar. Semua aksinya difilmkan melalui dua telpon genggam.

Para korban menyatakan tidak ingat apa yang terjadi di apartemen Reynhard ketika terbangun keesokan harinya.

Halaman
123
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved