Soal Jembatan, Kades di Cianjur Sudah Minta Bantuan hingga ke Provinsi tapi Tak Kunjung Direspons

Kepala Desa Neglasari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, Nasihin, mengaku sudah mengajukan bantuan

Soal Jembatan, Kades di Cianjur Sudah Minta Bantuan hingga ke Provinsi tapi Tak Kunjung Direspons
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Hujan deras membuat Sungai Gonggang meluap dan mengakibatkan aktivitas ribuan warga Desa Neglasari, Mulyasari, dan Bunisari Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur terisolasi, Kamis (9/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Kepala Desa Neglasari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, Nasihin, mengaku sudah mengajukan bantuan untuk pembangunan jembatan Sungai Gonggang yang sering meluap dan mengganggu aktivitas warga.

"Sudah ke sana sini Pak, tapi belum ada realisasi juga, bahkan sudah mengajukan ke tingkat provinsi," ujar Nasihin yang akrab disapa Geheng, Kamis (9/1/2020).

Geheng mengatakan warga sudah menanti lama adanya realisasi pembangunan jembatan di Sungai Gonggang. Pasalnya jembatan akan sangat menunjang aktivitas warga sehari-hari terutama pelajar.

"Kalau sudah meluap seperti ini yang paling dirugikan adalah pelajar, mereka banyak yang memilih libur karena harus memutar jauh jalan kaki sampai tiga jam kalau mau tetap sekolah," katanya.

Sepekan ke Depan Bakal Hujan Deras tapi Tidak Selebat Hujan Saat Tahun Baru

Menurutnya, jika sudah terhubung dengan jembatan, perjalanan ke sekolah paling hanya memakan waktu sampai tiga puluh menit saja.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur Mokhamad Irvan, mengatakan, pihaknya sudah menerima adanya laporan sungai meluap dan membuat tiga desa terisolasi.

"Kami akan bahas secara internal dulu, ini perlu koordinasi tingkat tinggi harus ada pembahasan lintas sektoral karena perlu pembangunan jembatan," ujarnya.

Irvan mengatakan, hasil pembahasan internal akan dibawa ke jenjang pembahasan selanjutnya untuk mendapatkan solusi bagi warga.

Ia mengatakan, hingga hari ini sudah menerima laporan kejadian bencana alam namun tak ada korban jiwa.

"Hujan sepekan menyebabkan bencana pergerakan tanah di Desa Sukamahi, Sukaresmi, panjang bentangan 65 meter, terancam 45 rumah terdiri dari 150 jiwa," katanya.

Cerita 2 Penggali Kubur, Memakamkan lalu Membongkar dan Mengangkat Kembali Jenazah Lina Jubaedah

Ia memberlakukan piket standby dan keadaan masih kondusif, jika terjadi hujan maka warga mengungsi.

"Lalu di Campakamulya jembatan terkikis, kami sudah koordinasi dengan PUPR," katanya.

Terakhir ada pergerakan tanah di Kecamata Kadupandak yang membuat irigasi jebol dan mengancam 4 ribu meter sawah.

"Di sana kami sudah melakukan pembuatan saluran baru, sudah terantisipasi," katanya.(fam)

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ichsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved