Skenario Besar Pemprov Jabar untuk Tangani Lahan Kritis, Kolaborasi Pentahelix Semua Warga Terlibat

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Epi Kustiawan, mengatakan, program penanaman lahan kritis bukan semata untuk mencegah terjadinya bencana.

Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Epi Kustiawan 

"Bandung utara bisa jadi kawasan wisata buah karena punya sejarah dulu sentra jeruk dan buah," ujar Epi.

Epi mendata jumlah lahan kritis data peta LHK pada 2018 berjumlah 911 ribu hektare. Jumlah tersebut terbagi dalam kawasan hutan lindung 210 hektare dan sisanya yang terluas merupakan lahan milik warga.

"Lahan kritis milik warga bisa jadi potensi hutan rakyat, pertanian, perkebunan," ujarnya.

Epi mengatakan, penanganan lahan kritis juga diprioritaskan di daerah aliran sungai Citarum.

Penanaman akan dilakukan mulai dari Burangrang, Kareumbi, sampai Saguling.

Epi mengatakan, jika diasumsikan tanah milik warga yang kritis itu milik 100 ribu orang maka diperlukan sebanyak 25 juta bibit pohon.

Untuk mengatasi hal tersebut Pemprov Jabar dan BPDAS sudah menyediakan anggaran. Namun karena keterbatasan anggaran maka akan diikutsertakan semua warga Jabar untuk menanam pohon.

"Untuk mengatasi kekurangan bibit Gubernur Jabar akan melaunching program penanaman bibit, program tersebut akan melibatkan dalam aktivitas semisal pernikahan, wisuda, ulang tahun, permintaan izin, dan lainnya maka warga diimbau untuk memberikan sumbangan dalam bentuk penanaman bibit pohon," katanya.

Epi mengatakan pada 2020 penanaman bibit pohon harus selesai untuk DAS Citarum.

"Ada kolaborasi besar pemerintah dengan warga masyarakat, maka ratusan hektare bisa membangun hutan rakyat, misal dengan agroforestry agar ada sisi ekonominya," kata Epi.

Halaman
123
Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved