Skenario Besar Pemprov Jabar untuk Tangani Lahan Kritis, Kolaborasi Pentahelix Semua Warga Terlibat

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Epi Kustiawan, mengatakan, program penanaman lahan kritis bukan semata untuk mencegah terjadinya bencana.

Skenario Besar Pemprov Jabar untuk Tangani Lahan Kritis, Kolaborasi Pentahelix Semua Warga Terlibat
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Epi Kustiawan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan meminta peran serta semua warga Jawa Barat untuk menanam pohon guna menangani lahan kritis di Jawa Barat.

Peran serta yang dibutuhkan untuk mensukseskan program tersebut dengan beberapa rencana. Seperti jika mau menikah wajib menanam 10 pohon, mau bercerai wajib menanam 100 pohon, yang sedang berulang tahun wajib menanam 5 pohon.

Kelulusan atau wisuda SD/SMP/SMA wajib menanam 10 pohon, mendapat IMB menanam 1.000 pohon, serta program CSR perusahaan minimal 100 pohon.

Walhi Jabar Dukung Pemprov Soal Pemulihan RTH Termasuk Tanam Pohon bagi yang Mau Nikah dan Cerai

Tangani Masalah KBU, Pemprov Jabar Pilih Bentuk Badan Otoritas dan Tanam Pohon

Untuk menangani lahan kritis Jawa Barat membutuhkan 25-30 juta pohon baru.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Epi Kustiawan, mengatakan, program penanaman lahan kritis bukan semata untuk mencegah terjadinya bencana.

Tapi bagaimana caranya agar penanaman lahan kritis tersebut bisa memanfaatkan hutan agar bernilai ekonomi bagi masyarakat.

"Ada nilai lain yang bisa berdampak ekonomis dalam penanaman lahan kritis. Hal itu bukan kendala bukan masalah tapi potensi yang sangat besar melihat jumlah lahan kritis yang sangat luas di Jawa Barat," ujar Epi kepada Tribun saat membuka pembicaraan program besar untuk penanaman lahan kritis, Rabu (8/1/2020) malam.

Epi mengatakan, jumlah lahan kritis di Jawa Barat memiliki potensi luar biasa jika termanfaatkan dan dimanajemen dengan baik.

Epi mencontohkan, penanganan lahan kritis di kawasan Bandung utara misalnya. Kawasan ini bisa menjadi kawasan wisata buah-buahan dan menjadi alternatif wisata kawasan Bandung utara.

Halaman
123
Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved