Breaking News:

Kenalkan Padi pada Anak Sekolah, Disdik Purwakarta Wajibkan Anak Sekolah Menanam Padi

Dedi menilai kegiatan ini digelar secara masif di seluruh sekolah maka bukan tidak mungkin Jawa Barat akan menjadi lumbung padi yang paling bergizi

Tribun Jabar/ Muhammad Nandri Prilatama
Tanam padi di SDN 8 Cisereuh atau yang lebih dikenal dengan Sekolah Kahuripan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Stunting menjadi salah satu fokus pemerintah dalam membangun karakter dan kesehatan anak. Masalah yang bermula dari minimnya asupan gizi itu, kini sedang ditangani secara serius melalui berbagai program.

Salah satunya digagas oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi. Politisi Golkar ini memulai pencegahan stunting dari tingkat sekolah dasar dengan mengajak semua elemen untuk menanam padi yang bernutrisi.

Sebagai percontohan, Dedi memulai kegiatan tersebut di SDN 8 Cisereuh atau yang lebih dikenal dengan Sekolah Kahuripan. Dalam kegiatan tersebut, Dedi bersama siswa, guru, termasuk dari Dinas Pendidikan dan Dinas Pertanian memulai kegiatan dengan menyosialisasikan penanaman benih padi IR Zinc.

Dedi menjelaskan, kegiatan tersebut bisa disinergikan dengan upaya pemerintah dalam membangun pendidikan karakter 'Merdeka Belajar'. Melalui kegiatan tersebut anak diajak untuk beraktivitas ke arah pengaplikasian ilmu sekaligus penelitian.

"Walau bukan kewenangan saya, tetap sebagai orang yang mempunyai emosional dengan pendidikan di sini, saya meminta penanaman padi bernutrisi tinggi hasil penelitian Balai Pangan Ciasem Subang ini menjadi indikator penilaian siswa," kata Dedi, Rabu (8/1/2020).

Dedi menilai kegiatan ini digelar secara masif di seluruh sekolah maka bukan tidak mungkin Jawa Barat akan menjadi lumbung padi yang paling bergizi secara nasional.

Indonesia Dilanda Kebanjiran, Australia Malah Kebakaran, Disebut Krisis Iklim, Begini Penjelasannya

"Coba bayangkan kalau ini masif di SD seluruh Purwakarta, Karawang, Bekasi dan Subang, pasti beras kaya bernutrisi dan bergizi ini akan melimpah," ujar Dedi.

Kedepan, Dedi akan mendorong agar pemerintah daerah bekerja sama dengan balai penelitian pangan yang ada untuk mengembangkan potensi tersebut. Sebab saat ini penanaman padi tidak perlu media sawah, melainkan cukup ember dan lainnya.

"Dengan teknologi yang sekarang ini, padi tidak hanya ditanam di sawah. Bisa di ember, polybag atau media apa saja dan bisa di halaman rumah bahkan di kamar. Bayangkan kalau gerakan ini rakyat mengikuti semua maka tidak perlu impor. Dan paling utama dua hal yang diselesaikan adalah swasembada pangan dan stunting," ucapnya.

Karangan Bunga dari Presiden Jokowi Terpajang Saat Olah TKP di Rumah Lina, Mantan Istri Sule

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta, Purwanto, menegaskan Disdik telah mengimbau kepada seluruh sekolah dasar dan SMP untuk mengikuti instruksi melakukan penanaman padi baik itu di lahan luas maupun media lainnya.

"Di SDN 8 Ciseureuh ini sudah lakukan sejak 2003. Nanti kami minta seluruh SD dan SMP untuk tanam padi boleh di pot dengan kami akan distribusikan 120 pot untuk 6 kelas di setiap sekolah," katanya di SDN 8 Cisereuh, Rabu (8/1/2020).

Jemaah Umrah Terbang Perdana Melalui BIJB Kertajati, Ini Jemaah Tercilik yang Ikut Rombongan

Ketika disinggung kemungkinan ada sekolah yang tidak mengikuti instruksi ini, Purwanto menegaskan akan memberikan sanksi berupa evaluasi terlebih dahulu.

"Kalau tidak lakukan ini laporkan ke saya kepala sekolahnya. Sanksi? Kami evaluasi faktor apakah kepseknya malas atau apa. Pokoknya, per hari ini dan kemarin kami telah sampaikan wajib di sekolah untuk kenalkam padi pada anak," ujarnya.

Indonesia Dilanda Kebanjiran, Australia Malah Kebakaran, Disebut Krisis Iklim, Begini Penjelasannya

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved