Breaking News:

SOROT

Banjir Jakarta dan Jabar, Air Kebingungan Mencari Jalan Pergi

MUSIM penghujan baru memasuki fase awal, belum sampai pada puncaknya. Tapi air kini begitu banyak, ada di mana-mana. Kok bisa banjir ya?

Banjir Jakarta dan Jabar, Air Kebingungan Mencari Jalan Pergi
dokumentasi
Kisdiantoro

Kepala BMKG Dwikora Karnawati meminta kepada masyarakat untuk waspada, sebab pada 5-10 Januari 2020 aliran udara basah akanmasuk dari arah Samudera Indonesia, di sebelah barat Pulau Sumatera. Dampaknya akan meningkatkan intensitas curah hujan menjadi ekstreme.

Tindakan yang dilakukan Gubenur DKI Jakarta Anies Basweda dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil sudah tepat, melakuan evakuasi korban banjir ke tempat yang aman. Tujuannya untuk menyelamatkan nyawa korban banjir. Setidaknya sampai cuaca ekstreme hilang.

Setelah banjir besar melumpuhkan Jakarta dan sebagian wilayah Jabar, semua orang wajib berikhtiar agar banjir besar tak bertambah besar atau terulang lagi di masa mendatang.

Pekerjaan ini bukan hanya tanggungjawab Anies atau Kang Emil, tapi semua elemen masyarakat, termasuk para pengusaha properti yang punya cita-cita membangun rumah-rumah di bukit atau daerah yang semula difungsikan sebagai area resapan air.

Semua harus sadar bahwa air butuh jalan untuk pergi, mengalir atau meresap ke dalam tanah. Maka, drainase dan gorong-gorong harus bersih dari sampah, area resapan air tidak boleh beruah fungsi menjadi permukiman atau dibeton. Jika dua hal itu saja bisa dikerjakan, maka air akan menemukan jalannya untuk pergi.

45 Vial Serum Anti-Bisa Ular Diberikan untuk Korban dan Relawan Banjir di Jatiasih Bekasi

Terlihat mudah, tapi itu sangat sulit. Sebab, banyak oknum yang lebih peduli dengan ‘perutnya’ ketimbang dampak bencana yang akan ditimbulkan dari mengubah fungsi lahan.

Oknum birokrasi begitu mudahnya meloloskan amdal atau perizinan pembangunan di daerah ‘terlarang.’ Pengusaha nakal terus membangun dan banyak melalaikan dampak lingkungannya.

Sejak lama, Jakarta sudah diprediksi bakal terjadi banjir besar seiring banyaknya pembangunan permukiman. Sebab, lahan serapan air menjadi berkurang.

Belum lagi kebiasaan warga yang membuang sampah sembarangan. Di Jabar, hutan digunduli. Lahan yang semula ditanami tanaman keras menjadi lahan sayuran. Longsor pun tak terhindarkan. Rumah-rumah warga pun jadi korban.

Bagi Muslim, Allah SWT sudah mengingatkan dalam Al Quran, kerusahan di muka bumi akibat perbuatan tangan manusia. Lalu Allah timpakan bencana agar manusia merasakan akibat perbuatan dosanya dan kembali ke jalan yang benar.

Setelah berbuat baik, semoga hujan membawa berkah. Amin.

Penulis: Kisdiantoro
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved