Semua Alat Deteksi Tsunami Rusak, Warga Sempat Ketakutan Saat Gempa Guncang Kabupaten Garut

Warga khawatir gempa memicu tsunami. Kepanikan bertambah karena semua alat pendeteksi dini tsunami di Kabupaten Garut sudah tak lagi berfungsi

Semua Alat Deteksi Tsunami Rusak, Warga Sempat Ketakutan Saat Gempa Guncang Kabupaten Garut
Tribunjabar.id/Andri M Dani
Tagana pantau gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Pangandaran, Sabtu (18/5/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT- Ketakutan melanda warga di pesisir selatan Kabupaten Garut menyusul gempa magnitudo 5 skala Richter yang mengguncang kawasan tersebut, kemarin, Senin (6/1/2019) pagi.

Warga khawatir gempa memicu tsunami. Kepanikan bertambah karena semua alat pendeteksi dini tsunami atau early warning system (EWS) di Kabupaten Garut sudah tak lagi berfungsi.

Hampir setengah jam ketakutan itu terjadi. Warga yang berhamburan saat gempa mengguncang berlarian menjauhi pantai sejauh-jauhnya.

Suasana mencekam baru berangsur mereda setelah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa pukul 06.12 itu tak berpotensi tsunami.

"Saya baru dapat SMS dari BMKG itu jam 06.30, 15 menitan lebih setelah gempa, bahwa gempa tidak berpotensi tsunami," ujar Asep Hidayat (43), nelayan di Rancabuaya, Kecamatan Caringin, saat dihubungi melalui telepon kemarin.

BMKG merilis, pusat gempa berada di 120 kilometer barat daya Garut dengan kedalaman 10 kilometer. Lokasinya di 8,15 Lintang Selatan dan 107,34 Bujur Timur. Gempa tak hanya tersasa di Garut, tapi hingga wilayah Kabupaten Bandung dan Sukabumi.

BREAKING NEWS, Gempa Bumi Guncang Garut Jawa Barat Pagi Ini, Berkekuatan 5.1 Skala Ricther

Gempa Magnitudo 5,1 Berpusat di Garut, Terasa Hingga Bandung dan Sukabumi

Di Rancabuaya, kata Asep, gempa kemarin pagi terasa sangat kuat. Saat gempa terjadi, Asep masih berada di pantai selepas pulang melaut.

"Waswas pasti ada. Takut ada tsunami, namanya tinggal di laut. Kami sempat siap-siap mau ke daerah tinggi. Sempat panik juga karena takut ada tsunami," kata Asep.

Alat pendeteksi tsunami di Pantai Rancabuaya, menurut Asep, sudah lama rusak. Salah satunya karena banyak tangan jahil yang merusak alat tersebut.

"Ada beberapa alat di dalam EWS yang dicuri sehingga tidak berfungsi. Masih ada alatnya di laut. Saya masih sering lihat," katanya.      

Halaman
123
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved