Sejak Banjir Bandang, 500 Warga Pajagalan KBB Datangi Posko Kesehatan, Ini Keluhan Mereka
Sejak banjir bandang, 500 warga Pajagalan KBB datangi posko kesehatan. Ini keluhan mereka.
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, PADALARANG - Sebanyak 500 warga Kampung Pajagalan, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), melakukan pemeriksaan kesehatan di posko yang didirikan Puskesmas Padalarang di kampung tersebut.
Rata-rata mereka mengeluhkan sakit kepala, gatal-gatal, demam, dan nyeri badan karena setiap hari harus bersih-bersih setelah tempat tinggalnya diterjang banjir bandang, Selasa (31/12/2019) lalu.
Bidan Desa Cipeundeuy, Rani Dewi Nuryani, mengatakan, pada hari pertama pascakejadian lebih dari 100 warga Kampung Cipeundeuy memeriksakan diri ke posko kesehatan sekaligus meminta obat untuk mengobati keluhan penyakit mereka.
"Jadi dari hari pertama sampai sekarang ada 500 warga yang telah memeriksa kesehatan atau berobat ke posko, mereka berobat ke sini juga berulang-ulang," ujarnya saat ditemui di posko kesehatan Kampung Pajagalan, Selasa (7/1/2020).
Menurutnya, dari ratusan orang yang datang ke posko kesehatan rata-rata keluhannya gatal-gatal, karena terendam terus air kotor sisa banjir dan kedinginan hingga menyebabkan pusing dan nyeri badan.
Ia mengatakan, penanganan yang diberikan untuk warga tersebut yakni pengukuran tensi darah, pengukuran suhu tubuh bagi yang demam, pemberian obat antinyeri, obat gatal, obat demam, serta pemberian vitamin.
"Tensi darah mereka rata-rata naik karena kurang tidur. Untuk yang gatal dikasih obat, tapi karena kena air kotor dan lumpur lagi jadi agak lama sembuhnya," ucapnya.
Bahkan, kata dia, selama bersiaga di posko kesehatan, ada sekitar 3 orang warga yang dirujuk ke Rumah Sakit Cikalong Wetan dan Rumah Sakit Kharisma Cimareme karena mengalami sakit yang cukup parah.
"Dua orang ke RS Cikalong Wetan dan seorang ke RS Kharisma Cimareme. Mereka ada yang gejala tipes dan traumatis otot jadi terpaksa dirujuk," kata Rani.
Ia mengatakan, selama berjaga di posko kesehatan, Puskesmas Padalarang telah menyiagakan 10 petugas medis dan sopir ambulans yang dibagi dalam 2 shif.
Untuk shif pagi disiapkan 3 petugas medis, 1 petugas gizi, 1 petugas kesehatan keliling, dan 1 sopir. Sedangkan shif malam disiagakan 3 petugas medis dan 1 sopir ambulans.
"Hari ini kami terakhir berjaga di sini sesuai waktu status siaga darurat bencana yang waktunya sampai hari ini," katanya.
• Anggota Polres Tasikmalaya Kota Rogoh Kocek & Keluarkan Uang, Sisihkan Rezeki, Bantu Korban Banjir
• Polisi dan PNS di Polda Jabar Patungan Uang Bantu Korban Bencana Banjir di Jabar
