Seekor Lumba-lumba Air Tawar Ditemukan Mati di Pinggir Pantai Karawang

Seekor lumba-lumba air tawar atau pesut, ditemukan mati di Pantai Tangkolak Barat, Kabupaten Karawang.

Seekor Lumba-lumba Air Tawar Ditemukan Mati di Pinggir Pantai Karawang
Istimewa/BKSDA Jabar
Kuburan Pesut di Karawang 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Seekor lumba-lumba air tawar atau pesut, ditemukan mati di Pantai Tangkolak Barat, Kabupaten Karawang.

Kepala Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar, Pupung, menyebut, pihaknya mengecek mamalia itu pada Senin (6/1/2020).

"Kemarin mengecek ke Pantai Tangkolak Barat Karawang terkait temuan pesut mati," ujar Pupung via ponselnya, Selasa (7/1/2020).

Tergerus Aliran Sungai Cibeet, Akses Jalan yang Menghubungkan 2 Desa di Karawang Nyaris Putus

Anak yang Digigit Aligator di Lapas Perempuan Cucu Istri Mantan Bupati Karawang, Sedang Jenguk Nenek

Ia mengatakan, Pesut itu ditemukan sekitar empat hari lalu atau sekira tanggal 2 Januari 2020. Mamalia Pesut masuk dalam daftar satwa dilindungi berdasarkanUndang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi dan Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

"Pada saat pengecekan, satwa ‎itu sudah dikubur di sekitar lokasi temuan. Iya, Pesut itu dikenal dengan Lumba-lumba air tawar," kata dia.

Ia menerangkan, pihaknya menemui sejumlah saksi warga sekitar yang pertama kali menemukan satwa dilindungi, dan diyakini keberadaannya sudah langka itu.

"Keterangan dihimpun, satwa tersebut dimungkinkan mati akibat terdampar terbawa air pasang hingga pada saat ditemukan sudah mati. Penyebab kematian, kemungkinan akibat terdampar di pantai yg banyak ditanami tanaman bakau dengan kondisi air pasang surut," katanya.

Pihaknya mengecek langsung kondisi satwa yang bentuknya mirip Lumba-lumba itu dengan membongkar kuburannya.

"Ukuran satwa tersebut sekira 1,2 meter dengan berat sekira 30 kg. Posisi temuan berjarak sekitar 500 meter dari pemukiman warga. Jadi di area penemuan itu, jarang digunakan aktifitas nelayan, tapi area penanaman mangrove swadaya," ujar Pupung.

Informasi yang dihimpun, mamalia ini berstatus terancam keberadaannya, salah satunya karena sudah langka. Di Indonesia, satwa ini bisa ditemukan di muara sungai di Kalimantan.

Pesut mempunya‎i kepala berbentuk bulat dengan dua matanya yang kecil. Tubuh Pesut berwarna abu-abu. Sirip punggungnya kecil dan bundar di belakang. Dahinya tingi dan berbentuk bundar.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved