Kerugian Akibat Banjir Bandang di Tiga Titik KBB Mencapai Rp 8 Miliar

Kerugian yang dialami warga korban banjir bandang di tiga wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat menjelang pergantian tahun mencapai Rp 8 miliar.

Kerugian Akibat Banjir Bandang di Tiga Titik KBB Mencapai Rp 8 Miliar
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Bupati Bandung Barat, Aa Umbara saat meninjau warga yang terdampak banjir di Kampung Pajagalan, Selasa (7/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, PADALARANG - Kerugian yang dialami warga korban banjir bandang di tiga wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat menjelang pergantian tahun mencapai Rp 8 miliar.

Total jumlah kerugian tersebut dialami warga Kampung Lebaksari, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, kemudian warga Perumahan Cimareme Indah, Desa Margajaya dan warga Kampung Pajagalan, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, akibat banjir badang di Kampung Lebaksari, sebanyak 85 KK dan 367 jiwa terdampak, bahkan akses jalan Underpass Padalarang dan areal pesawahan juga terendam banjir.

Kemudian di Perumahan Cimareme Indah sebanyak 67 KK dan 230 jiwa mengungsi, bahkan peralatan rumah tangga terendam banjir dan lumpur, tak hanya itu, satu kendaraan roda empat dan lima kendaraan roda dua rusak.

Di Kampung Pajagalan dampak banjir itu sebanyak 77 KK dan 300 jiwa terdampak hingga harus mengungsi, termasuk 51 balita, 85 anak sekolah 20 lansia, 2 disabilitas.

UPDATE KORBAN Banjir Jakarta, Korban Meninggal Bertambah Menjadi 67 Orang dan Satu Hilang

Tangani Pascabanjir Bandang, Pemda KBB Gelontorkan Anggaran Rp 1,1 Miliar

"Untuk kerugiannya kurang lebih Rp 8 miliar di tiga titik ini. Kalau kerugian sepenuhnya gak mungkin kita bantu tapi kalau logistik, baju anak sekolah dan makanan, material bisa dibantu," ujar Bupati Bandung Barat Aa Umbara di Kampung Pajagalan, Selasa (7/1/2020).

Kerugian tersebut, meliputi kerusakan rumah warga di tiga titik yang terdampak, tanggul jebol, termasuk kerusakan alat-alat rumah tangga seperti alat-alat elektronik.

"Untuk bantuan rumah yang jebol kita ngumpulin bantuan dari ASN, kita dapat hampir Rp 300 juta dan itu disumbangkan ke masyarakat," katanya.

Untuk antisipasi kejadian yang sama terulang, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan pengerukan saluran air yang mengalami pendangkalan, termasuk memikirkan pembuangan sisa lumpur yang dikeruk tersebut.

"Nanti ada konsultan yang akan mengakji itu, tapi yang terpenting kita melakukan perbaikan tanggul jebol dulu," ucap Aa Umbara.

Ia mengatakan, perbaikan semua tanggul yang jebol di Perumahan Cimareme Indah dan Kampung Pajagalan ditargetkan bisa selesai dalam waktu 1 bulan, sedangkan untuk di Underpass akan dilakukan perbaikan oleh pihak KCIC.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved