OPINI

Banjir, Nyinyir, dan Aroma Kebencian

Allah katakan dalam Al-Qur'an Surah Al-Hujurat bahwa boleh jadi orang yang dinista itu lebih baik dari orang yang menista.

Editor: Kisdiantoro
Tangkapan layar Instagram @rianekkypradipta
ILUSTRASI --- Vokalis Dmasiv Rian Ekky Pradipta menerobos banjir di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. 

Allah juga dalam Al-Qur'an yang Agung sudah memaparkan penting dan perlunya pembicaraan dengan prinsip utama dan dasariah sebagai berikut :

Kader PDIP Diminta Kawal Anggaran Rp 1,1 Miliar Untuk Bantuan Korban Banjir di KBB

1. Qaulan Shadida alias pembicaraan yang Benar dan Jujur. (QS Luqman : 20). Tidak Bohong. Sebab kebohongan akan segera terbongkar.

2. Qaulan Balighan alias Berbicara yang Fasih, Jelas, Lugas (QS An-Nisa : 63). Seperti Doa Nabi Musa As agar diberikan kefasihan sewaktu berbicara dengan Fir'aun tersebut.

3. Qaulan Ma'rufan alias pembicaraan dengan memakai kata-kata yang Naik atau pilihan seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw . (QS An-Nisa : 5).

4. Qaulan Kariman alias Pembicaraan yang Baik, Bijak, Mulia, Beradab (QS Al-Isra : 23) yang Menunjukkan bahwa sang Komunikator itu adalah orang yang Berkelas, Arif, Bijak, Berilmu. Mengedepankan Adab dan sikap rendah hati ketimbang kepongahan lantaran keilmuan di bidangnya.

5. Qaulan Layyinan alias Kata-kata yang Lembut, Santun, Berhikmah (QS Thaha : 44).

Ke-5 Prinsip Dasar itu telah dipraktikkan oleh Junjungan kita Nabi Muhammad Saw dengan afdol. Dakwah dan Komunikasi Nabi itu sangat Istimewa dan Super sekali. Belum lagi beliau bicara, Khalayak sudah jatuh Cinta karena Marwahnya yang luar biasa. Wajahnya yang rupawan selalu menampilkan Senyum.

Tatkala beliau bicara, Khalayak dan para Sahabatnya seakan tersihir karena kata-katanya Pilihan, Berkarakter, Jitu serta ditopang oleh Kemuliaan Akhlaknya dan Keluhuran Budi Pekertinya menjadi panutan atau Role Model yang Universal. Jadi, diamnya Nabi itu Emas, dan bicaranya adalah Berlian. Hasilnya pun spektakuler.

Dalam 14 abad ini sekitar dua miliar manusia di dunia memeluk Islam. Masuk akal Sehat jika Nabi Saw kemudian dimasukkan sebagai Tokoh Nomor Wahid Paling Berpengaruh di Alam Semesta ini.

Alfa-Omega, tuntunan tersebut di atas kiranya dapat dijadikan tuntunan Abadi dan Shahih serta Otentik dalam Berbicara dan Berkomunikasi.

Juga sekaligus tolok-ukur dalam menilai Kualitas Komunikasi dan Karakter seseorang tokoh atau Orator atau Influencer dalam menyikapi dan berkomentar atas suatu Peristiwa atawa seorang Tokoh Publik semisal Anies.

Allah katakan dalam Al-Qur'an Surah Al-Hujurat bahwa boleh jadi orang yang dinista itu lebih baik dari orang yang menista. Sebut saja dalam Peristiwa Banjir saat ini.

Seperti kita maklumi, selain kita mengalami Banjir Air Bah, juga Banjir Bully terhadap Gubernur rasa Indonesia Anies Baswedan lantaran aroma Kebencian yang sudah mencapai ubun-ubunnya serta aroma dengki dan irihati dari sebagian kecil orang-orang stress terhadap reputasi dan Prestasi yang diraih oleh Anies Baswedan.

Sosok yang Istiqomah dan telah teruji dalam hal Competensi dan Character-nya yang Good dan Very Good baik secara Nasional maupun Global.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved