Sejumlah Emak-emak dan Ratusan Warga Lainnya Demo di Kantor Desa Neglasari Kabupaten Tasikmalaya

Ratusan warga Desa Neglasari, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, beraksi unjuk rasa di kantor desa setempat, Senin (6/1/2020).

Tribun Jabar/Firman Suryaman
Sejumlah emak-emak ikut demo menuntut transparansi penggunaan dana desa di kantor Desa Neglasari, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (6/1/2020) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Ratusan warga Desa Neglasari, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, berunjuk rasa di kantor desa setempat, Senin (6/1/2020).

Mereka menuntut desa transparan soal dana desa.

Menurut warga, sudah empat tahun dana desa diterima Desa Neglasari, namun hingga kini warga tak mengetahui besaran dana, program maupun realisasi penggunaannya. Hal itu terjadi karena pemerintah desa dinilai tertutup.

Massa tiba di kantor desa sekitar pukul 10.00. Tidak hanya kaum lelaki tapi juga ibu rumah tangga dan emak-emak tak mau ketinggalan ikut demo. Mereka pun membawa sejumlah poster berisi tuntutan transparansi.

Bikin Neng Santri Ambyar, Santriwati di Tasikmalaya Kembali Demo Indomaret, Kemarin Sudah Islah

Santriwati dari FFP Tasikmalaya bagian timur memegang sejumlah poster sat beraksi unjuk rasa solidaritas di depan Indomart Manonjaya, Senin (6/1/2020).
Santriwati dari FFP Tasikmalaya bagian timur memegang sejumlah poster sat beraksi unjuk rasa solidaritas di depan Indomart Manonjaya, Senin (6/1/2020). (Tribun Jabar/Firman Suryaman)

"Kami minta transparansi pengelolaan dana desa. Itu hak dasar masyarakat yang dijamin hukum, agar tidak ada kecurigaan-kecurigaan dari masyarakat," kata koordinator aksi, Sani Hudaya.

Menurut Sani, warga menemukan beberapa keganjilan dalam pengelolaan dana desa selama empat tahun belakangan ini.

Hanya saja, katanya, warga tak berani menuduh terjadi penyimpangan dana tersebut.

"Warga tambah curiga setelah pihak desa enggan memberikan data program-program yang menggunakan dana desa. Sampai dua kali melayangkan surat permohonan audiensi meminta data tersebut. Tapi tidak ditanggapi. Kami ingin tahu berapa besar pastinya dan digunakan apa saja," kata Sani.

Karena itu, warga akhirnya beramai-ramai datang ke kantor desa untuk menuntut transparansi penggunaan dana desa. Setelah membacakan tuntutan dan tanpa menunggu tanggapan desa, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (firman suryaman)

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Dedy Herdiana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved