Kedaulatan Indonesia Terusik di Natuna, Kementerian Pertahanan Didorong Perkuat Persenjataan Bakamla

Bakamla kerap menemukan kapal Cina mencari ikan di Natuna dikawan Coast Guard China. Persenjataan Bakamla harus diperkuat.

(KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWA)
Ilustrasi kapal asing di perairan Natuna. 

TRIBUNJABAR.ID - Kondisi di Natuna akhir-akhir ini memanas. Badan Keamanan Laut (Bakamla) kerap menemukan kapal asing dari Cina yang masuk perairan Natuna, Kepulauan Riau.

Situasi ini disikapi serius oleh pemerintah.

Ini juga membuat sejumlah pihak mendorong agar Kementerian Pertahanan yang dipimpin Prabowo Subianto memperkuat persenjataan dan wewenang Bakamla.

Hal ini terkait penindakan kapal asing yang masuk ke perairan Natuna.

Dukungan diberikan oleh anggota Komisi I DPR RI dari Partai Nasdem, Muhammad Farhan.

Ia melihat ini kondisi genting karena menyangkut kedaulatan negara Indonesia.

Komisi I DPR sendiri memiliki lingkup tugas di bidang pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, serta intelijen.

Diketahui kapal ikan asing Cina dan coast guard Cina berulang kali melanggar kawasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Natuna.

Anggota Komisi I DPR RI Muhammad Farhan.
Anggota Komisi I DPR RI Muhammad Farhan. (istimewa)

“Kami (Komisi I) sangat mendukung salah satu poin penting pada rapat Kemenkopolhukam, Menhan Prabowo Subianto telah menyarankan untuk mengubah Permenhan yang memberikan wewenang Bakamla untuk memperkuat senjata yang diharapkan dapat memperkuat pengamanan kedaulatan wilayah laut NKRI,” kata Farhan di laman Kompas.com, Senin (6/1/2020).

Menurut dia, Bakamla yang beranggotakan personel militer dan sipil dinilai masih kurang tegas serta kurang kuat dalam hal persenjataan dibanding Cina.

Halaman
123
Editor: taufik ismail
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved