Arus Lalu Lintas Tahun Baru 2020 Lebih Sepi Dibanding Tahun Lalu, Dua Jalan Tol Bakal Dievaluasi

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Hery Antasari mengatakan arus lalu lintas pada masa libur pergantian tahun

Tribunjabar.id/Hilman Kamaludin
Libur tahun baru 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Hery Antasari mengatakan arus lalu lintas pada masa libur pergantian tahun 2020 cenderung lebih sepi daripada tahun sebelumnya. Hal ini diindikasikan dengan arus lalu lintas yang cenderung lancar di jalur utama Jawa Barat.

"Lebih sepi dari tahun lalu ya, cenderung lebih sepi. Prediksi angkutan umum juga memang mengalami penurunan 0,5 persen dari tahun lalu," kata Hery di Kantor DPRD Jabar, Senin, (6/1).

Hery mengatakan tidak ada kemacetan lalu lintas berarti di jalur utama di Jawa Barat pada masa itu. Namun demikian, terdapat beberapa hal yang dapat dievaluasi dan dijadikan bahan untuk perbaikan pelayanan pada libur Lebaran 2020.

Hal yang akan dievaluasi dan dijadikan bahan untuk pengaturan lalu lintas selanjutnya adalah penggunaan Tol Layang Jakarta-Cikampek dan kawasan pembangunan Seksi I Tol Cisumdawu di Cileunyi.

Wali Kota Bandung Pastikan Kebutuhan Logistik Korban Kebakaran di Cicadas Terpenuhi

"Banyak hal yang baru yang bisa kita pakai untuk ke tindakan-tindakan nanti saat penanganan angkutan Lebaran. Dengan adanya Tol Japek Layang kemudian juga penanganan di Seksi I Cisumdawu," katanya.

Sebelumnya diketahui, jumlah pengguna angkutan umum pada libur penggantian tahun 2020 di Jawa Barat diprediksi sebanyak 1.164.035 orang. Penumpang bus mengalami penurunan sebanyak 7,9 persen, kemudian penumpang kapal penyeberangan turun 1,1 persen.

Namun demikian, jumlah penumpang kereta api malah naik 24,5 persen dan jumlah penumpang pesawat pun naik 5,7 persen. Kenaikan penumpang dua moda transportasi inilah yang membuat jumlah pengguna kendaraan umum di Jabar nyaris bertahan.

Hery mengatakan persentase penumpang bus dari jumlah penumpang kendaraan umum keseluruhan mencapai 42 persen, penumpang kereta api 43 persen, pesawat terbang 12,9 persen, dan sisanya kapal.

Hery mengatakan penurunan angka penumpang kendaraan umum ini disebabkan semakin tingginya jumlah pengguna kendaraan pribadi dan semakin baiknya infrastruktur seperti jalan tol.

Ini Tempat Wisata Baru di Cianjur yang Akan Dikenai Tiket Masuk di Tahun 2020

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved