Selasa, 21 April 2026

Anggota DPRD Jabar Usul Pengadaan Helikopter, Agar Gubernur Bisa Cepat ke Lokasi Bencana

DPRD Provinsi Jawa Barat mengusulkan pengadaan kendaraan khusus seperti helikopter yang dapat menjangkau

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
Istimewa
Pimpinan DPRD Jabara, Irfan Suryanagara, menerima draft tiga raperda dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam Rapat Paripurna di Aula Rapat Paripurnan DPRD Jabar 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - DPRD Provinsi Jawa Barat mengusulkan pengadaan kendaraan khusus seperti helikopter yang dapat menjangkau cepat kawasan terpencil atau terisolasi akibat bencana.

Kendaraan khusus ini pun nantinya dapat digunakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat terjadi kebutuhan khusus dan mendesak lainnya di Jawa Barat.

Hal tersebut awalnya diutarakan awalnya oleh Anggota Fraksi Partai Demokrat Irfan Suryanagara dalam interupsinya di Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan II Tahun Sidang 2019-2020, Senin (6/1/2020).

Irfan mengapresiasi kinerja Gubernur dan Pemprov Jabar yang bergerak sangat cepat dalam penanganan bencana di Bogor, Bekasi, Depok, Karawang, dan Bandung Barat, pada masa pergantian tahun 2020.

"Masalah Pak Gubernur terkendala tentang jarak di lapangan, silakan dipikirkan pakai apa yang dapat mempercepat datangnya ke lapangan," kata Irfan dalam kesempatan tersebut.

Persib Bandung Siap-siap Kehilangan Striker Masa Depan, Diincar Klub Liga 1

Kedatangan gubernur, katanya, tentu sangat diharapkan oleh masyarakat yang terdampak bencana. Pihaknya pun berharap Pemprov Jabar bekerja maksimal untuk penanggulangan bencana yang terjadi di Jabar.

Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Taufik Hidayat, mengatakan usulan tersebut tengah dikaji dan kemungkinannya menjurus pada pengadaan helikopter.

Hal ini disebabkan Jawa Barat memiliki kawasan yang sangat luas dan butuh waktu banyak untuk menjangkau kawasan pelosoknya menggunakan jalur darat.

"Usulan itu karena mungkin lihat kemarin, contohnya dengan bencana yang sekaligus terjadi, tidak bisa dengan mobil. Kalaupun disahkan, kalaupun jadi, itu bukan hanya untuk kejadian bencana saja. Karena Jabar ini penduduk besar dan daerahnya luas," katanya.

Taufik mengatakan akan mengkaji usulan tersebut berdasarkan keilmuan dan kemampuan anggaran daerah. Pihaknya juga masih membuka bagi pendapat lainnya dari ahli dan masyarakat.

"Kalau kita, secara logikanya apa bagus apa enggak. Ini kan baru usulan, kalau menguntungkan kita. Apakah perlu atau tidak. Kalau tidak, bisa dialihkan ke tempat lain. Ini kan musyawarah mufakat," ujarnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun belum bisa berkomentar banyak mengenai usulan tersebut. Usulan ini, katanya, berasal dari dewan dan ia mempersilakan dewan mengkajinya.

Bayi Ahok dan Puput Nastiti Sudah Lahir, Djarot: Istri Ahok Baru Melahirkan, Saya Mau Melihat ke RS

"Jangan nanya ke saya, nanyanya ke dewan. Ya itu usulan dewan, nanyanya ke dewan dulu. Saya takut salah. Ya kita lihat aja dalam pembahasannya apakah rakyat menganggap itu perlu atau tidak, saya ikut saja. Kalau datang dari gubernur nanti takut keliru tafsirnya," katanya.

Yang pasti, kata Ridwan Kamil, kalau ada kebencanaan yang datang bersamaan dan lokasinya di pelosok, pihaknya membagi-bagi tugas bersama Penjabat Sekda Jabar Daud Achmad dan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum.

"Kemarin juga, Pak Sekda ke mana, Pak Wagub ke mana. Pak Wagub juga aprak-aprakan ke lokasi longsor, tidak sampai ke titik lokasinya. Saya kira itu, tapi (pengajuan pengadaan helikopter ini) inisiatif dewan," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved