Hendak Berteduh, Pendulang Emas Tradisional di Kawasan Freeport Tewas Tersambar Petir

Ketika hendak berteduh, seorang pendulang emas tradisional di sekitar kawasan Freeport, tewas tersambar petir, Mile 37 area PT Freeport Indonesia, Tim

Hendak Berteduh, Pendulang Emas Tradisional di Kawasan Freeport Tewas Tersambar Petir
Pixabay
ilustrasi tersambar petir 

TRIBUNJABAR.ID, TIMIKA - Ketika hendak berteduh, seorang pendulang emas tradisional di sekitar kawasan Freeport, tewas tersambar petir, Mile 37 area PT Freeport Indonesia, Timika, Papua, Sabtu (4/1/2020).

Korban bernama Sialle (50), warga asal Desa Beroangin, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIT.

Ketika itu, korban bersama istrinya Isa (49), dan seorang anaknya Saruddin (13),l sedang mendulang emas.

Karena hujan disertai petir merekapun memutuskan untuk kembali ke camp.

Menengahi Teman yang Bertengkar Karena Salah Kirim Chatting, Pelajar di Riau Tewas Dianiaya

Namun naas, dalam perjalanan korban yang ketika itu membawa peralatan dulang serta memakai tas ransel tiba-tiba tersambar petir.

Korban pun terjatuh dan meninggal dunia.

Anak korban kemudian berlari menuju camp untuk memberitahukan kepada pendulang lainnya.

Ketua Komunitas Pendulang Tradisional TImika Simon Rahanjaan mengatakan, korban mengalami luka sambaran petir di bagian belakang kepala dan bahu.

"Bahkan tas ransel korban sempat putus," kata Simon.

Formula E Dituding Pangkas Anggaran Penanganan Banjir, Anies Baswedan: Itu Mengarang

Halaman
12
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved