Harga Ayam Broiler di Tingkat Peternak di Ciamis Turun Drastis, Terdampak Banjir di Jabodetabek

Harga ayam broiler di tingkat peternak di Ciamis turun drastis. Terdampak banjir di Jabodetabek.

Harga Ayam Broiler di Tingkat Peternak di Ciamis Turun Drastis, Terdampak Banjir di Jabodetabek
Tribun Jabar/Seli Andina Miranti
Ilustrasi peternak ayam. 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Harga ayam ras pedaging jenis broiler (BR) di tingkat peternak di sentra perunggasan rakyat Ciamis pada pertengahan Desember 2019 sempat stabil di angka Rp 19.500 sampai Rp 19.700 per kg.

Itu untuk ayam ukuran kecil, kisaran 1,5 kg per ekor.

Namun memasuki pekan pertama tahun 2020, harga ayam BR di tingkat peternak di Ciamis terjun bebas hanya di kisaran Rp 15.000 sampai Rp 15.500 per kg.  

Anjloknya harga ayam hidup (livebird) tersebut salah satu pemicunya adalah banjir yang melanda kawasan Jakarta –Bekasi yang selama ini menjadi tujuan utama pemasaran ayam pedaging dari Ciamis.

“Kisaran harga Rp 15.000 – Rp 15.500 per kg sudah berlangsung sejak Jumat (3/1/2019). Begitu memasuki tahun baru, Rabu (1/1) harga ayam BR terjun bebas, semula Rp 19.700 per kg turun jadi Rp 16.000 per kg kemudian turun lagi,” ujar Sekjen Perkumpulan Peternak Ayam Priangan (P2AP), Ir H Kuswara Suwarman MBA kepada Tribun Jabar Minggu (5/1/2019).

Bahkan untuk wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Bekasi, Subang, Karawang, Purwakarta sedikit di bawah Ciamis dan Tasikmalaya, yakni di kisaran Rp 14.500 sampai Rp 15.500 per kg.

Harga ayam BR hidup di kandang ternak agak lebih baik di Bandung, Sumedang, Garut yakni di kisaran Rp 16.000 sampai Rp 16.500 per kg (tertinggi di Jawa Barat).  

Bogor dan Depok Rp 15.500- Rp 16.000 per kg demikian juga di Sukabumi dan Cianjur.

Memasuki  pekan pertama tahun 2020 ini harga ayam BR di kandang jauh di bawah biaya pokok produksi (BPP).

BPP atau BEP (break even poin) untuk ayam BR di kandang peternak mitra di kisaran Rp 18.500 sampai Rp 19.000 per kg sedangkan di kandang integrated (close house), kata H Kuswara, di kisaran angka Rp 16.000 per kg.

Selain itu memasuki tahun baru ini harga DOC (day old chick/anak ayam umur sehari) ayam BR juga terjun bebas dari Rp 6.500 per ekor jadi Rp 2.000 per ekor.

Anjloknya harga ayam BR di kandang peternak ini, kata H Kuswara, terutama karena terjadi over stock  atau kelebihan suplai.

Setelah itu kondisinya diperburuk dengan terjadinya banjir di kawasan Jabodetabek yang merupakan daerah pasar tetap ayam dari Ciamis.

“Banjir di Jakarta dan Bekasi membuat ayam dari Ciamis sulit masuk Jakarta. Terhadang banjir, daya serap pasar di Jabodetabek juga terbatas. Tempat penampungan ayam di Jakarta jadi terbatas,” ujar H Kuswara yang juga pengelola peternakan unggas Tanjung Mulya Grup Panumbangan Ciamis.

Banjir memperburuk kondisi harga ayam pedaging di tingkat peternak di Ciamis baik itu ayam BR maupun ayam pedaging jenis layer jantan atau penjantan.

Banjir di Jabodetabek Membuat Harga Ayam Broiler di Tingkat Peternak di Tasikmalaya Anjlok

VIDEO 33 Rumah Rusak Diterjang Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Tàmbaksari Ciamis, Jumat Sore

Tags
Ciamis
ayam
Penulis: Andri M Dani
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved