Rabu, 15 April 2026

Anggota DPR Khawatir Masalah Bulog Berdampak Pada Petani Jika Tidak Segera Diselamatkan

Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron khawatir permasalahan yang sekarang ini dihadapi Perum Bulog

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Ichsan
TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron saat mengecek persediaan beras di Gudang Bulog Pekandangan Jalan Soekarno-Hatta Indramayu, Minggu (5/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron khawatir permasalahan yang sekarang ini dihadapi Perum Bulog akan berdampak pada para petani.

Hal tersebut disampaikan Herman Khaeron kepada Tribuncirebon.com saat mengecek persediaan beras di Gudang Bulog Pekandangan Jalan Soekarno-Hatta Indramayu, Minggu (5/1/2020).

Ia mengatakan harus ada upaya penyelamatan terhadap perusahaan plat merah tersebut agar tidak merambat ke sektor-sektor lain.

"Karena kalau dilepas bebas (dibiarkan) akhirnya yang menderita itu tetap petani," ujar dia.

Dalam hal ini, Herman Khaeron ingin eksekutor atau pelaksana program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang saat ini ditangani Kementerian Sosial (Kemensos) dipindahkan kepada Perum Bulog.

Gilang Angga Sebut Persib Bandung Butuh Gelandang Asing Seperti Makan Konate

Hal ini dilakukan agar stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang-gudang Bulog bisa tersalurkan secara menyeluruh kepada outlet-outlet.

Dirinya menyempaikan, upaya penyelamatan ini juga merupakan keinginan Presiden Joko Widodo terkait masa depan Bulog kedepan.

"Secara normatif, saya sudah menyampaikan kepada kementerian terkait pemindahan BPNT ke Bulog, tapi belum ada rapat secara khusus," ujarnya.

Tidak hanya itu, menurut Herman Khaeron dengan ditanganinya program BPNT oleh Bulog, maka Perum Bulog dapat menjalankan tugas sekaligus kewajibannya sebagai institusi pangan nasional.

Mulai Bulan Depan, Kumpulan HP atau Smartphone Ini Tak Bisa Pakai WhatsApp Lagi, Ini Penyebabnya

Yakni, tugas sebagai buffer atau cadangan stok padi nasional, stabilisasi harga, serapan gabah dari para petani, serta pendistribusian yang merata ke seluruh Indonesia.

"Apalagi dalam menyerap gabah petani, outletnya untuk penyaluran saja tidak ada, bagaimana bisa menyerap gabah petani, padahal Bulog diposisikan juga untuk bisa mempertahankan harga keekonomisan di tingkat petani," ujar dia.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved