Proyek Pembangunan Selama Tahun 2019 Banyak yang Mangkrak, Begini Kata Bupati Garut

Bupati Garut, Rudy Gunawan mengakui bahwa proyek pembangunan selama tahun 2019 banyak yang mangkrak

Proyek Pembangunan Selama Tahun 2019 Banyak yang Mangkrak, Begini Kata Bupati Garut
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Bupati Garut, Rudy Gunawan saat memberikan keterangan terkait pekerjaan proyek pembangunan di Kantor Bupati Garut, Rabu (17/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Bupati Garut, Rudy Gunawan mengakui bahwa proyek pembangunan selama tahun 2019 banyak yang mangkrak.

Proyek pembangunan tak selesai tepat waktu karena sejumlah faktor.

"Saya sangat kecewa dengan pembangunan selama 2019 ini. Selain kualitasnya buruk, juga banyak yang tidak beres (mangkrak)," ujar Rudy kepada wartawan di Kantor Setda Garut, Sabtu (4/1/2020).

Potensi Banjir Bandang di Garut Cukup Tinggi, 30 Ribu Pohon Ditanam di Kaki Gunung Guntur

Menurutnya, pembangunan yang dinilai mangkrak karena pembangunan yang ditargetkan selesai tahun 2019, tetapi sampai saat ini belum selesai. Akibatnya hingga awal tahun 2020, belum bisa digunakan.

"Saya juga heran, kenapa target pembangunan ini banyak yang tidak selesai sesuai target," katanya.

Rudy mencontohkan, beberapa proyek pembangunan yang mangkrak yakni pembangunan Puskesmas di beberapa kecamatan dan sarana olahraga (SOR) di Ciateul, Kecamatan Tarogong Kidul.

"Sebenarnya kami sudah memberikan tambahan waktu 50 hari untuk membereskan bangunan itu, tetapi masih saja molor. Saya sangat kecewa sekali," ujarnya.

Dia menerangkan, dengan capaian pembangunan yang tidak sesuai target ini, untuk pembangunan di tahun 2020 ini akan menjadi perhatian. Tidak ada lagi pembangunan yang mangkrak dan harus selesai tepat waktu.

"Kami akan wanti-wanti kepada para pemborong, untuk pembangunan di tahun ini harus tepat waktu," ucapnya.

Pihaknya juga akan memberi tindakan kepada para pengusaha yang mengerjakan pekerjaan yang tidak tepat waktu. Terutama kepada para pengusaha yang kualitas pekerjaannya buruk.

"Kalau pengusahaannya macam-macam dan tidak melaksanakan sesuai kontrak. Kami akan blacklist saja," ujarnya.

Selain fokus memperbaiki pembangunan, pihaknya juga berupaya meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) Garut. Saat ini IPM Garut masih yang terendah di Jawa Barat.

"Kami mengajak seluruh stakeholder untuk ikut berpartisipasi dalam meningkatkan IPM Garut ini. Saya berharap, di tahun ini IPM Garut meningkat," katanya. (firman wijaksana)

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved