KJA Cirata Ditertibkan untuk Program Citarum Harum, Ini Kata Menteri Kelautan dan Perikanan

KJA di Cirata ditertibkan untuk program Citarum Harum, ini kata Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Peternak ikan di KJA Waduk Cirata saat berdialog dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIRATA - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC), Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (3/1/2020).

Dalam kunjungan tersebut, Edhy Prabowo menerima keluhan dari peternak ikan di Kolam Jaring Apung (KJA) mengenai nasib mereka jika semua KJA di Waduk Cirata nantinya ditertibkan untuk menunjang keperluan program Citarum Harum.

Edhy mengatakan, terkait hal itu harus dilakukan kajian secara detail jumlah KJA yang masih diperbolehkan ada di Waduk Cirata yang mencakup Kabupaten Purwakarta, Cianjur, dan KBB karena jika dari 98.397 lebih KJA di Cirata dikurangi hingga 7.200 itu tidak logis.

Menurutnya, dampak yang ditimbulkan khususnya dalam hal mata pencaharian petani ikan menjadi sangat terganggu, sehingga perlu adanya penghitungan matang berapa KJA yang masih bisa dipertahankan.

"Itu yang menjadi konsen kami bagaimana petani KJA ini tidak kehilangan pekerjaan. Misal dari 98.397 berkurang 50 persen atau 70 persen, tapi kalau jadi 7.200 itu tidak rasional," ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya mendukung Program Citarum Harum dalam membersihkan pencemaran air sungai karena pencemaran yang paling dominan ke Citarum atau Cirata bukan dari pakan ikan tapi lebih kepada limbah industri yang terbawa arus sungai.

Menurut Edhy, terkait penertiban KJA bisa dilakukan terhadap KJA yang tidak dipakai, mangkrak, atau milik pemodal besar yang masih bisa bertahan dan hal itu pasti beda dengan petani kecil.

"Kami coba tawarkan solusi dengan pekerjaan serupa misalnya dengan bioflok atau smart KJA, yang meski ukuran 10 meter tapi hasilnya sama dengan yang 200 meter," katanya.

Menurutnya, solusi ini dilakukan agar semua petani yang KJA-nya ditertibkan masih bisa mendapat mata pencaharian karena warga di sana kebanyakan bekerja sebagai peternak ikan.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna menilai banyak pengusaha KJA di KBB yang merupakan warga luar KBB, sehingga dia menyarankan yang ditertibkan lebih dahulu adalah pengusaha KJA besar.

"Bagaimanapun juga jangan sampai ada petani KJA yang kehilangan mata pencahariannya. Makanya kami senang Pak Menteri mau bantu petani ikan KBB, tinggal kita tunggu dan tagih realisasinya," ucapnya.

Dalam kunjungan kali ini, Edhy Prabowo menebarkan 110.000 benih ikan nilem ke tengah perairan Waduk Cirata.

Lumpur Sisa Banjir Bandang di KBB Sulit Disingkirkan, Wabup Akui Penanganan Belum Maksimal

Rumahnya Dikunjungi Istri TNI, Warga Korban Banjir di KBB Pun Semringah

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved