Breaking News:

Detik-detik Evakuasi Bayi Disimpan di dalam Baskom, Ketinggian Banjir Hampir Setara Tinggi Pintu

Sebuah video detik-detik penyelamatan seorang bayi dalam baskom viral di media sosial.

Instagram @makassar_iinfo
penyelamatan dramatis bayi dalam baskom 

Sebuah video penyelamatan dramatis saat petugas mengevakuasi warga korban banjir viral di media sosial, petugas menyelamatkan bayi dalam baskom.

TRIBUNJABAR.ID - Sebuah video detik-detik penyelamatan seorang bayi dalam baskom viral di media sosial.

Kejadian ini dibagikan di akun Instagram @makassar_iinfo, (2/1/2019).

Dalam video yang diunggah itu, tampak beberapa petugas sedang mengevakuasi warga korban bajir.

Satu di antara seorang petugas itu pun rela terjun ke sebuah rumah.

Petugas itu menerjang banjir setinggi dada orang dewasa.

BMKG Rilis Peringatan Dini: Potensi Cuaca Ekstrem akan Terjadi Sepekan ke Depan 1-7 Januari 2020

Lengkap mengenakan seragam orennya, tampak petugas itu membawa sebuah baskom kotak.

Tak disangka, ternyata di dalam baskom kotak itu terdapat seorang bayi.

Ia tampak berhati-hati menggiring bayi yang disimpan di dalam baskom itu.

Setelah itu beberapa petugas lainnya pun ikut membantu dan menyelamatkan bayi dalam baskom tersebut.

penyelamatan bayi dalam baskom
penyelamatan bayi dalam baskom (Instagram @makassar_iinfo)

Bayi tersebut kemudian di angkut ke sebuah perahu ban penyelamatan petugas evakuasi.

Tak berselang lama, petugas itu kembali menggiring dan menyelamatkan anggota keluarga lainnya.

Selain itu, penyelamatan dramatis seorang bayi juga terdapat di video berikutnya.

Tampak seorang petugas tengah berusaha meraih sebuah keranjang yang diberikan oleh salah seorang warga korban banjir.

Dengan sangat hati-hati petugas itu menerima keranjang tersebut.

Ternyata petugas itu hendak menyelamatkan seorang bayi dalam keranjang tersebut.

Setelah berhasil mendapatkan bayi dalam keranjang itu petugas tersebut menyelamatkan ke sebuah perahu ban evakuasi.

Di sana terdapat petugas lainnya yang akan menerima bayi dalam keranjang tersebut.

Banjir di Jabodetabek Bikin Keberangkatan dan Kedatangan Bus di Terminal Leuwipanjang Terganggu

Penyelamatan itu begitu dramatis.

Untuk menyelamatkan bayi, petugas tersebut tampak berhati-hati.

Dalam keterangannya disebutkan bahwa kejadian penyelamatan dramatis ini berada di Kota Tanggerang.

Petugas sedang mengevakuasi korban banjir di wilayah Kota Tanggerang, Kamis (2/1/2019).

Santer video penyelamatan dramatis ini viral di media sosial, warganet pun menyerbu kolom komentar.

Kebanyakan warganet ikut prihatin dan bersedih atas musibah banjir yang sedang menimpa di beberapa wilayah Indonesia.

Tak jarang warganet pun mendoakan para korban banjir.

@widya.rmawardie, "Ya Allahhh,, kasian kakeknya gemeteran kedinginan."

@andyuniii, "Lindungi mereka ya Allah."

@nnorasiagian, "Tuhan lindungi mrk semua."

Dari pantauan TribunJabar.id, video viral yang dibagikan itu sudah disukai 35,792 warganet, Kamis (2/1/2019) pukul 16.00 WIB.

VIDEO VIRAL,Bak Keburuntungan, Asyik Main HP Saat Banjir, 2 Orang Ini Justru Selamat dari Reruntuhan

Kisah pria rela terjang banjir demi selamatkan seorang bayi berusia 45 hari sempat terjadi di Gujarat India

Bencana alam hadir tanpa terduga dan melanda siapa pun tanpa terkecuali.

Ketika menghadapi bencana alam, banyak orang bersusah payah untuk bisa selamat.

Anak-anak adalah salah satu korban bencana alam yang keselamatannya perlu diperhatikan.

Terlebih, jika itu masih bayi yang tak berdaya.

Baru-baru ini, bencana alam menimpa India dan menyebabkan warganya mencari berbagai cara untuk bisa selamat.

Hujan deras melanda bagian Gujarat dan banjir tak dapat terhindarkan.

Di antara warga Gujarat yang berusaha menyelamatkan diri dari banjir, ada seorang bayi yang tak berdaya.

Bayi tersebut baru berusia 45 hari saat banjir melanda dan tentu saja seperti anak-anak pada umumnya, bayi itu tidak berdaya untuk bisa menyelamatkan dirinya sendiri.

Ketika orang tuanya juga kesulitan mencari cara untuk menerjang banjir dan menyelamatkan anaknya, muncul seorang pria yang berbaik hati membantu bayi itu.

Pria itu merupakan seorang polisi bernama Govind Chavda. Apa yang dilakukannya kemudian membuat banyak orang memujinya dan menyebutnya sebagai pahlawan.

Banjir membuat beberapa kekacauan di kota tersebut.

Beberapa tempat mulai terendam air yang kedalamannya mencapai enam kaki.

Tak hanya itu, buaya dari sungai Vishwamitra juga mulai memasuki kota dan jadi ancaman bagi warga.

Shamsher Singh
Demi Selamatkan Bayi Berusia 45 Hari, Pria Ini Rela Terjang Banjir Tanpa Takut Buaya dengan Membawanya di Baskom
Shamsher Singh Demi Selamatkan Bayi Berusia 45 Hari, Pria Ini Rela Terjang Banjir Tanpa Takut Buaya dengan Membawanya di Baskom ()

Tetapi peristiwa-peristiwa bencana memiliki cara untuk menampilkan sifat baik dari orang-orang, terutama ketika kehidupan orang yang tidak bersalah berada dalam bahaya.

Demikianlah kasus petugas polisi Govind Chavda, yang menerjang banjir untuk menyelamatkan seorang bayi.

Ular Bisa Muncul di Tengah Banjir, Begini Cara Mengatasinya Saat Kebanjiran,Apalagi Jika Masuk Rumah

Shamsher Singh
Demi Selamatkan Bayi Berusia 45 Hari, Pria Ini Rela Terjang Banjir Tanpa Takut Buaya dengan Membawanya di Baskom
Shamsher Singh Demi Selamatkan Bayi Berusia 45 Hari, Pria Ini Rela Terjang Banjir Tanpa Takut Buaya dengan Membawanya di Baskom ()

Polisi Shamsher Singh mengunggah video Chavda sedang berada di air, menggendong bayi berusia 45 hari dengan menempatkannya pada baskom di atas kepalanya.

"Bangga dengan pekerjaan kemanusiaan dari polisi ini di Vadodara," tulis Singh. "Keberanian & dedikasi yang luar biasa. Menyelamatkan bayi & keluarga."

Air yang setidaknya setinggi empat meter dan adanya ancaman buaya tidak menghentikannya untuk menyeberang dan menyerahkan bayi ke tempat yang aman.

Video penyelamatan Singh menjadi viral, dengan banyak yang menyebut Chavda sebagai pahlawan.

Banyak yang memintanya untuk menerima uang sebagai hadiah atas kebaikan Chavda.

"Selain hadiah uang, dia harus diberikan pengakuan yang layak melalui medali untuk meningkatkan moralnya dan orang lain untuk mengikuti hal yang sama," saran satu orang.

Yang lain menambahkan, "Banyak dari kita tidak cukup berani untuk melakukan ini, paling tidak yang bisa kita lakukan adalah menghargai dan menghargainya dan mendorong orang lain untuk membantu orang lain." (*)

Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved