Atlet Sepak Takraw Asal Ciamis Meninggal Dunia di Tempat Kosnya di Pontianak, Penyakitnya Kambuh

Atlet sepak takraw asal Ciamis meninggal dunia di Pontianak. Diduga karena penyakitnya kambuh.

Atlet Sepak Takraw Asal Ciamis Meninggal Dunia di Tempat Kosnya di Pontianak, Penyakitnya Kambuh
istimewa
Tedi Setiadi (28) atlet sepak takraw Ciamis peraih medali emas Porda XI di Bandung 2010, meninggal dunia di Pontianak Jumat (3/1/2020) dini hari. 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Atlet sepak takraw Ciamis peraih medali emas pada Porda XI di Bandung tahun 2010, Tedi Setiadi (28) meninggal dunia di tempat kosnya di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (3/1/2020), pukul 02.00 dini hari.

Anak kedua dari pasangan Enon dan Ny Yayah, asal Dusun Bojong, RT 2/9, Desa Winduraja, Kawali, Ciamis, tersebut sempat dirawat di rumah sakit di Pontianak karena mengalami gejala penurunan hemoglobin (Hb) darah dan sempat ditransfusi darah.

Namun setelah pulang dari rumah sakit dan kembali ke tempat kosnya, almarhum kembali drop.

Hb darahnya turun drastis.

“Hb-nya sampai turun ke angka 2. Dan tak tertolong lagi, tadi dini hari pukul 02.00. Keponakan saya meninggal dunia. Ia atlet andalan Ciamis di cabor sepak takraw,” ujar H Ade Darsono, paman sekaligus pelatih almarhum kepada Tribun Jabar, Jumat (3/1/2019).

Menurut H Ade, Tedi berada di Pontianak sejak dua bulan lalu sebagai pekerja untuk mendirikan tower (BTS).

“Kontraknya selama tiga bulan, di Pontianaknya baru dua bulan,” katanya.

Informasinya jenazah Tedi diberangkatkan dari Pontianak, Jumat siang menuju Halim Perdana Kusuma.

“Diharapkan nanti malam sekitar pukul 22.00 sudah tiba di Kawali,” ujar H Ade Darsono, yang juga pelatih tim takraw Ciamis.

Rencananya jenazah Tedi, kata Ade, akan dimakamkan di pemakaman umum Bojong tak jauh dari rumah duka.

“Akan dimakam di pemakaman umum Bojong, tak jauh dari rumah kami. Almarhum keponakan kandung saya. Yayah, ibunya Tedi itu adik saya,” katanya.

Keponakannya tersebut, kata H Ade, memang punya riwayat gejala Hb.

“Dulu  waktu sebelum Porda di Bogor juga mengalami penurunan Hb. Tapi skillnya menjadi andalan tim takraw Ciamis. Dia sudah tiga kali Porda memperkuat tim takraw Ciamis,” ujar H Ade.

Pada  Porda XI di Bandung tahun 2010 Tedi berpasangan dengan Ace, Didin/ Yudo berhasil meraih medali emas.

Menurut Ade, Tedi yang juga alumnus FISIP Unigal Ciamis tersebut sebenarnya sudah dipersiapkan untuk memperkuat tim takraw Ciamis untuk Porda XIV di Tasikmalaya 2022.

50 Truk Pengangkut Ayam dari Ciamis Tujuan Jakarta, Terjebak Banjir Dua Hari Dua Malam di Bekasi

Mulai Tahun Ini Daftar Nikah di Ciamis Bisa Via Online tapi Akad Nikahnya Tetap Manual

Penulis: Andri M Dani
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved