Soft Opening “One Stop Centre” NAPZA RSJ Provinsi Jawa Barat “Pelayanan Satu Pintu"

Rumah Palma RSJ Provinsi Jawa Barat telah meresmikan pembukaan pelayanan One Stop Centre Napza

Soft Opening “One Stop Centre” NAPZA RSJ Provinsi Jawa Barat “Pelayanan Satu Pintu
Istimewa
Soft Opening “One Stop Centre” NAPZA RSJ Provinsi Jawa Barat “Pelayanan Satu Pintu" 

TRIBUNJABAR.ID - Rumah Palma RSJ Provinsi Jawa Barat telah meresmikan pembukaan pelayanan One Stop Centre Napza untuk memudahkan akses masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan akibat adiksi atau kecanduan narkoba pada tanggal 2 januari 2020. Di resmikan oleh Direktur Utama RSJ Provinsi Jawa Barat dr. Elly Marliyani., Sp.Kj,. M.KM yang dihadiri oleh Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) Kota Cimahi Ivan Eka Satya, Perwakilan BNN kabupaten Bandung Barat Tedi Nirawan, Ibu Danramil Cisarua, Kepala Puskesmas Cisarua, Kepala Puskesmas Pasirlangu, Kepala Desa Kertawangi, Babinsa Cisarua, dan aparat setempat.

Pelayanan Rehabilitasi dengan metode Terapeutik komuniti berbasis rumah sakit dan 12 langkah Narcotic Anonymous dengan  Layanan One Stop Centre (rawat jalan, detoksifikasi, rawat inap dengan rehabilitasi, layanan pasca rawat/rehabilitasi, serta pelayanan penunjang). “Layanan berbasis rumah sakit melibatkan kerjasama antar profesional yakni psikiater, dokter umum, psikolog, perawat, konselor pekerja sosial, dan Ustadz untuk membantu penderita pecandu Narkoba untuk pulih dan kembali berfungsi sesuai dengan potensi yang dimiliki secara menyeluruh ( bio-psiko, sosial dan spiritual ) sesuai dengan norma – norma yang ada di masyarakat”. Ujar Elly

One Stop Centre (OSC) telah di buka di RSJ Provinsi Jawa Barat
One Stop Centre (OSC) telah di buka di RSJ Provinsi Jawa Barat (Istimewa)

Ketergantungan narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya (Napza) adalah suatu penyakit yang dalam Internasional Clasification of Diseases and Health Related Problem, 1992 (ICD-10) digolongkan dalam Gangguan Mental dan Perilaku akibat penggunaan bahan psikoaktif (mental and behaviour disaster due to psychoactive substance use).

Menurut dr. Yunyun Setiawan., Sp.KJ selaku kepala Instalasi Napza bahwa Tingkat penyalahgunaan napza di Indonesia setiap tahunnya semakin menunjukan grafik yang meningkat, salah satu hal yang menyebabkan hal ini terjadi adalah bukan hanya pecandu baru yang ada saat ini tetapi juga para pecandu yang kambuh/ relapse karena itu diperlukan suatu continuum of care program rehabilitasi napza untuk memberikan layanan yang komperhensif. 

One Stop Centre (OSC) telah di buka di RSJ Provinsi Jawa Barat
One Stop Centre (OSC) telah di buka di RSJ Provinsi Jawa Barat (Istimewa)

“RSJ Provinsi Jawa barat memiliki pelayanan rehabilitasi napza meliputi dari Detoksifikasi bagi pengguna napza diantaranya Metode therapeutic community dan kriteria inklusi/dualdiagnosis, Rehabilitasi Napza Medis dan Sosial, Sosial Medis dan Kerjasama Lintas Sektoral dan Konsultasi dan Informasi” Ujar Yunyun. 

Ada 3 tahapan rehabilitasi yaitu Tahap persiapan rehabilitasi dimulai ketika klien masih diruangan detoksifikasi yaitu setelah kondisi klien sudah tampak tidak mengalami gejala ketergantungan/ withdrawal berat.  Hal ini diketahui dengan observasi serta di nilai melalui pengukuran yaitu Screening, Intake Proses, Orientasi, Assesment, Treatment Plant, Konseling, Manajemen Kasus, Intervensi Krisis, Pendidikan Pasien, Rujukan, Memelihara Pencatatan dan Pelaporan dan Konsultasi dengan profesional berkaitan dengan pengobatan/layanan. 

Kemudian Tahapan Primary adalah fase awal pemulihan yaitu pasien menjalankan perawatan rehabilitasi/ pemulihan napza dengan sistem tertutup. Pada fase ini klien akan dihadapkan dengan kenyataan hidup/rehabilitasi dalam komunitas yang terstruktur yang memiliki hirarki sehingga hal ini kurang disukai karena klien harus belajar mengenal nilai, filosofi, slogan, perangkat rumah, jadwal harian, budy system dan dibawah bimbingan 1 orang static counselor serta aturan-aturan lainnya dengan tujuan untuk merubah perilaku dan keberfungsian social. Yang merupakan tahapan saat pasien baru masuk ke dalam program pemulihan, lama tahapan induksi biasanya 7 s.d 30 hari. 

Stop Centre (OSC) telah di buka di RSJ Provinsi Jawa Barat
Stop Centre (OSC) telah di buka di RSJ Provinsi Jawa Barat (Istimewa)

Selanjutnya Tahapan Re Entry dalam proses pelayanan ini adalah tahap dimana residen di latih untuk bergabung dengan keluarga, lingkungan masyarakatnya, lingkungan sekolah. Tujuan tahapan ini adalah meningkatkan kemampuan interaksi pasien dengan lingkungan sosialnya namun proses pelayanan belum sampai pada tahap terminasi. Biasanya di tahapan ini 2 bulan lama pemulihannya. 

Dan tahapan terakhir adalah Aftercare in house Program (Afetrcare house) After care (Pembinaan lanjut) adalah Suatu tahap dimana alumni memasuki masyarakat luas; keluarga, lingkungan tetangga, lingkungan kerja dan lingkungan pendidikan. 

“Adapun fasilitias yang ada di ruang pelayanan NAPZA ini diantaranya Ruang Living room,dengan fasilitas terdapat sepeda statis untuk exercise klien serta lemari perpustakaan, Ruang makan pasien, Ruang tamu, Front desk / nurse station Ruang obat dan tindakan Ruang Konsultasi, Ruang meeting, Ruang sesi /belajar, Ruang musik , Ruang makan dan dapur, Ruang ibadah, Ruang cuci, dan Ruang olahraga” Ujar Eka Permana selaku Kepala Ruangan di Instalasi Napza RSJ Provinsi Jawa Barat

Elly Menghimbau kepada seluruh masyarakat  Jawa Barat Khususnya : “Sembuhkan kecanduan narkoba, sebelum anda di tangkap aparat atau uang anda terkuras habis, kami buka 24 Jam dengan adanya IGD di RSJ Provinsi Jawa Barat, jika anda ingin sembuh datang ke RSJ Provinsi Jawa Barat, dengan pelayanan secara gratis! Ayo laporkan diri anda sebelum terlambat” (02/01)

Editor: bisnistribunjabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved