Banjir di Bandung Barat

Dikepung Bencana, BPBD Kabupaten Bandung Barat Tetapkan Status Tanggap Siaga Bencana Selama 7 Hari

BPBD KBB menetapkan status masa tanggap siaga bencana setelah sejumlah daerah di KBB diterjang banjir bandang dan longsor.

Dikepung Bencana, BPBD Kabupaten Bandung Barat Tetapkan Status Tanggap Siaga Bencana Selama 7 Hari
tribunjabar/hilman kamaludin
BPBD KBB dan warga saat membuat tanggul sementara. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menetapkan status masa tanggap siaga bencana setelah sejumlah daerah di KBB diterjang banjir bandang dan longsor.

Berdasarkan data BPBD KBB, banjir bandang menerjang Kecamatan Padalarang dan Kecamatan Ngamprah. Dari dua kecamatan tersebut, sedikitnya ada 7 desa yang terdampak banjir bandang dan satu desa di terjang longsor.

Di Kecamatan Ngamprah, banjir bandang menerjang sejumlah titik yakni di Desa Mekarsari, Cilame, Cimareme, Margajaya dan Desa Gado Bangkong di terjang longsor. Sedangkan di Kecamatan Padalarang, banjir menerjang, Desa Kertamulya, Cipeundeuy, dan Kertajaya.

Hanya Dibuatkan Tanggul Darurat, Warga Perumahan Cimareme Indah Khawatir Banjir Bandang Terjadi Lagi

Warga Perumahan Cimareme Indah Blok D RT 04/03, Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat membuat tanggul darurat, khawatir adanya banjir susulan, Kamis (1/2/2020).
Warga Perumahan Cimareme Indah Blok D RT 04/03, Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat membuat tanggul darurat, khawatir adanya banjir susulan, Kamis (1/2/2020). (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

"Status masa tanggap siaga bencana ditetapkan selama tujuh hari, terhitung tanggal 1 hingga 8 Januari 2020," ujar Kepala Pelaksana BPBD KBB, Duddy Prabowo saat ditemui di Ngamprah, Kamis (1/2/2020).

Selama penetapan status tersebut, pihaknya menyiagakan personel di tiga lokasi banjir, seperti di Desa Lebaksari, Desa Cipeundeuy dan Kompleks Cimareme Indah.

"Kami juga dibantu oleh teman-teman dari relawan. Untuk kebutuhannya belum kita rinci, tapi yang jelas untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti air bersih," ucapnya.

Duddy mengatakan, berdasarkan prakirawan BMKG, puncak musim hujan akan terjadi pada pertengahan Januari atau awal Februari, sehingga ia meminta masyarakat agar warga lebih waspada.

"Tadi sudah didengarkan arahan gubernur dan wakil gubernur, jadi untuk kesadaran masyarakat jangan buang sampah sembarangan," kata Duddy.

Sementara, akibat bencana banjir bandang dan longsor itu, sebanyak 462 KK atau 1.529 jiwa dan ada kelompok rentan yakni 52 balita terdampak dua bencana tersebut.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved