Keracunan di Tasikmalaya

ABG Cantik Ini Pun Turut Jadi Korban Keracunan Makanan di Tasikmalaya, Begini Kondisi Sekarang

Seorang ABG berparas cantik ikut jadi korban keracunan massal di Kampung/Desa Cihaur, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya.

ABG Cantik Ini Pun Turut Jadi Korban Keracunan Makanan di Tasikmalaya, Begini Kondisi Sekarang
Tribun Jabar/Firman Suryaman
Nindi (15), ABG berparas cantik, ikut jadi korban keracunan massal di Desa Cihaur, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Seorang ABG berparas cantik ikut jadi korban keracunan massal di Kampung/Desa Cihaur, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya.

Nindi (15), nama ABG itu, hingga Kamis (2/1/2020) siang, masih terbaring lemas di Puskesmas Manonjaya. Namun tak memudarkan paras cantiknya.

Enur (38), ibu kandung Nindi, menuturkan, anak semata wayangnya itu ikut menyantap nasi dus syukuran rumah seorang tetangga, Senin (3/12) malam.

UPDATE: Korban Keracunan di Tasikmalaya Capai 53 Orang, Sebagian Korban Dirawat di Koridor Puskesmas

Jumlah korban diduga keracunan di Desa Cihaur, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, hingga Kamis (2/1/2019) sore mencapai 53 orang.
Jumlah korban diduga keracunan di Desa Cihaur, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, hingga Kamis (2/1/2019) sore mencapai 53 orang. (Tribun Jabar/Firman Suryaman)

"Nindi malam itu memakan hampir semua menu yang ada di dalam dus. Yaitu nasi, daging, mie, sambal goreng kentang serta balado cabe hijau," kata Enur.

Keesokan harinya, Selasa (1/1), seperti halnya korban lain, Nindi terserang mual-mual yang disertai sakit perut dan diare.

Sejumlah korban keracunan terpaksa dirawat di koridor Puskesmas Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (2/1), karena tak tertampung.
Sejumlah korban keracunan terpaksa dirawat di koridor Puskesmas Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (2/1), karena tak tertampung. ((Tribun Jabar/Firman Suryaman))

42 Orang di Tasikmalaya Keracunan, Korban Dirawat di Koridor Puskesmas, Korban Anak Memprihatinkan

Sesekali tubuh lenjang Nindi juga menggigil panas dingin.

"Tadinya tidak akan dibawa ke Puskesmas. Tapi kondisinya ternyata terus menurun, dan akhirnya dibawa petugas ke Puskesmas," ujar Enur.

Nindi mengaku kini hanya tinggal lemas.

"Tadinya semoat ada mual-mual. Sekarang muli hilang. Kata dokter sebenarnya sudah boleh pulang jika infusan habis," katanya. (firman suryaman)

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved