Breaking News:

Warga Heboh, Kukang Jawa Masuk ke Permukiman dan Sembunyi di Kandang Ayam

Warga heboh, seekor kukang jawa masuk ke permukiman dan sembunyi di kandang ayam di Indramayu.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: taufik ismail
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Camat Sukra Achmad Mansur saat menyerahkan Kukang Jawa ke Resor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Cirebon. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Seekor kukang jawa dewasa masuk ke permukiman dan bersembunyi di sebuah kandang ayam milik seorang warga di Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu.

Hal tersebut diketahui setelah Camat Sukra Achmad Mansur menyerahkan kukang jawa yang memiliki nama latin nycticebus javanicus itu ke Resor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Cirebon.

“Kukang ini berasal dari salah satu warga kami yang awalnya menemukan hewan tersebut di sudut kandang ayam rumahnya yang tidak jauh dari sekitaran hutan kebun bambu, karena bingung akhirnya diserahkan ke kecamatan” ujar Achmad Mansur kepada Tribuncirebon.com, Rabu (1/1/2020).

Diceritakan Achmad Mansur, warga itu mengetahui bahwa kukang jawa termasuk dalam satwa yang dilindungi oleh undang-undang.

Sehingga menimbulkan kesadaran untuk tidak memelihara dan menyerahkan kukang jawa itu ke pihak yang berwenang.

“Karena kami tahu bahwa ini hewan dari hutan maka saya menghubungi pihak Dinas Kehutanan Indramayu koordinasi terkait penyerahan ke BBKSDA Jawa Barat, setelah ada komunikasi hari ini kami serah terimakan” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Resor BKSDA Cirebon, Slamet Priambada mengatakan, kukang jawa ini akan dibawa terlebih dahulu ke kandang transit kantor Resor BKSDA Cirebon.

Di sana akan diperiksa oleh dokter hewan terkait kesehatan satwa yang dilindungi itu.

Jika setelah pemeriksaan kukang jawa itu dinyatakan sehat, aktif, dan masih terlihat sifat liarnya maka akan segera dilepasliarkan ke alam bebas.

"Dilepasliarkannya Kukang ini ke alam agar mengurangi stres dan ketergantungan kepada perlakuan pemberian makan di kandang transit," ujar dia.

Slamet Priambada mengimbau kepada masyarakat dilarang menyimpan, memelihara, memiliki, menangkap, membunuh, melukai, dan memperniagakan hewan-hewan yang dilindungi oleh undang-undang.

"Baik dalam keadaan hidup ataupun mati, maupun bagian-bagiannya seperti kulit, kuku, atau yang berupa awetan atau opsetan satwa karena ada ketentuan pidananya," ujar dia.

Heboh Teror Ulat Pohon Jati di Indramayu, Sukardi Justru Senang, Dikumpulkan untuk Konsumsi Keluarga

Ribuan Ulat Pohon Jati Teror Pengguna Jalan di Desa Pilangsari Indramayu, Bisa Nempel di Baju

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved