Selama Bulan Desember 2019, 44 Kali Angin Kencang Menerjang Ciamis

Selama bulan Desember, bencana yang paling sering terjadi di Ciamis adalah angin kencang.

Selama Bulan Desember 2019, 44 Kali Angin Kencang Menerjang  Ciamis
tribunjabar/andri m dani
Pohon trembesi yang tumbuh subur di sepanjang jalur jalan Ciamis-Banjar (jalan nasional jalur selatan) bertumbangan di empat titik di sekitar Pamalayan sampai pertigaan Ciragama Cijeungjing akibat disapu angin kencang dan hujan lebat Sabtu (7/12) sekitar pukul 14.00 sore. Arus lalu lintas jalur nasional tersebut sempat lumpuh sekitar setengah jam 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Selama bulan Desember, bencana yang paling sering terjadi di Ciamis adalah angin kencang.  Ada 44 kali terjadi  angin kencang selama bulan penutup tahun 2019 yang juga merupakan awal musim hujan tersebut.

Lainnya berupa  longsor (5 kali), kebakaran (5 kali),  pergerakan tanah (3 kali) dan petir dua kejadian.

“Kejadian paling banyak memang angin kencang. Ada 44 kejadian selama bulan Desember, awal musim hujan,” ujar Kepala Pelaksana BPD Ciamis, Drs H Soekiman kepada Tribun Rabu (1/1).

Sebanyak 44 kali kejadian angin kencang yang terjadi selama bulan Desember yang merupakan masa peralihan musim kemarau ke musim hujan tersebut tersebar di  19 dari 27 kecamatan di Ciamis.  Menyebabkan 11 rumah rusak berat terutama akibat tertimpa pohon rubuh karena disapu angin kencang. Sedangkan 20 rumah lainnya rusak sedang dan 104 rumah lainnya rusak ringan.

 Kejadian terakhir  terjadi di Desa Karangkamulyan  Mingu (29/12) sore dua rumah warga rusak berat akibat tertimpa pohon rubuh disapu angin kencang yang menyertai hujan lebat. Yakni rumah Nandang di Dusun Cibeka Rt 13 RW 04 dan rumah Lilis di Dusun Karangkamulyan Rt 02 RW 01. Empat rumah lainnya rusak ringan. Selasa (31/12) sore, jalan utama Ciamis-Banjar di ujung penurunan Cibeka tertimbun hamparan lumpur akibat  luapan selokan Cikadondong menyusul hujan lebat mengguyur yang membuat arus lalu lintas jalur selatan sempat tersendat.

Angin kencang tak hanya merusak rumah warga, tetapi juga merubuhkan pohon, menghantam kabel listrik. Jalan utama jalur selatan sempat lumpuh karena pohon bertumbangan ke jalan nasional akibat terjangan angin kencang dan hujan lebat  (andri m dani).   

Penulis: Andri M Dani
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved