Satu Tahun Jabar Digital Service

Tahun 2019 merupakan awal yang transformatif bagi Jabar Digital Service (JDS).

Satu Tahun Jabar Digital Service
Istimewa
Satu Tahun Jabar Digital Service 

TRIBUNJABAR.ID - Tahun 2019 merupakan awal yang transformatif bagi Jabar Digital Service (JDS). Berawal sebagai unit khusus yang menangani inisiatif digital untuk pembangunan daerah melalui inovasi dan teknologi yang inklusif di bawah pemerintahan Gubernur Ridwan Kamil.

Di tahun 2019, JDS resmi menjadi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Layanan Digital, Data, dan Informasi Geospasial melalui Pergub Tupoksi UPT PLDDIG 40/2019.

Tim JDS berisi bukan hanya Aparatur Sipil Negara tetapi juga profesional, akademisi, dan praktisi perusahaan teknologi rintisan yang bersedia membangun inovasi digital di sektor publik. Sepanjang 2019, tim JDS bergerak untuk memastikan kemajuan teknologi, yang telah mengubah cara-cara kita beraktivitas menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien, dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Jawa Barat, termasuk penduduk pedesaan yang belum seluruhnya merasakan manfaat teknologi.

Upaya JDS dimulai dari hal dasar, yaitu infrastruktur. Melalui program Desa Digital, 386 desa, yang sebelumnya merupakan bagian dari 14,5% daerah di Jawa Barat yang tidak terkoneksi internet, kini berstatus online dengan terinstalnya VSAT (Very Small Aperture Terminal) di daerah mereka.

 Sadar akan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia bersamaan dengan hadirnya teknologi, program Desa Digital juga mendampingi upaya literasi digital—untuk memastikan warga terhindar dari misinformasi serta mahir dalam menggunakan internet untuk promosi produk lokal dan destinasi pariwisata—dan implementasi teknologi mutakhir untuk mengoptimalisasi potensi dan mata pencaharian desa, misalnya dengan teknologi Internet of Things (IoT).

 Saat ini, lebih dari 400 peternak ikan di Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Bogor sudah mulai menerapkan teknologi IoT dalam rangka peningkatan produktivitas perikanan mereka. JDS juga meluncurkan Desa Digital di berbagai tematik lainnya, pertanian, kesehatan, pendidikan, serta multimedia. Dalam implementasi program Desa Digital tematik, JDS berkolaborasi dengan berbagai perusahaan teknologi rintisan yang memiliki visi sama untuk mengoptimalisasi potensi desa di Jawa Barat

JDS juga menyadari pentingnya peran data dalam membantu pemerintah menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Oleh karena itu, dibangunlah Jabar Open Data, portal publikasi data yang terintegrasi untuk memastikan transparansi data pemerintah dan meningkatkan partisipasi publik dalam pembangunan daerah. Sampai saat ini sudah ada 450 dataset tersedia di laman Jabar Open Data yang telah diakses oleh 5.668 orang.

Pencapaian lain tahun ini adalah diluncurkannya versi pertama dari aplikasi layanan publik satu pintu, Sapawarga. Aplikasi ini adalah jawaban kami dalam menghadirkan layanan publik secara terintegrasi di wilayah Jawa Barat, walaupun pada versi pertama lebih ditekankan untuk layanan publik yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Pada saat yang sama, Sapawarga menjadi jembatan pemerintah provinsi untuk menyajikan informasi secara aktual dan terverifikasi sekaligus menjadi wahana interaksi dan pengumpulan aspirasi warga untuk lalu ditindaklanjuti.

 Sampai peluncurannya, Sapawarga telah berdampak ke lebih dari 21.423 penerima manfaat di seluruh penjuru Jawa Barat, khususnya ketua Rukun Warga (RW) yang merupakan pengguna pertama aplikasi ini.

 2019 baru awal dari perjalanan JDS dalam membantu Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerapkan teknologi untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Ke depannya, JDS masih akan terus berupaya untuk memastikan manfaat teknologi dapat dirasakan secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat Jawa Barat serta mentransformasi cara pemerintah melayani masyarakat dengan lebih baik melalui inovasi digital.

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved