Pangandaran Kini Punya Wajah Baru, Mulai Pantai Barat hingga Timur

Pantai Barat dan Timur Pangandaran kini punya wajah baru. Dengan program revitalisasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pantai Pangandaran kini. .

Pangandaran Kini Punya Wajah Baru, Mulai Pantai Barat hingga Timur
Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan hasil revitalisasi dengan nilai Rp 100 miliar tersebut di Pantai Timur Pangandaran, Selasa (31/12/2019). Pantai Barat dan Timur Pangandaran kini punya wajah baru. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Pantai Barat dan Timur Pangandaran kini punya wajah baru. Dengan program revitalisasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pantai Pangandaran kini memiliki jogging track, taman, trotoar, anjungan, dan bahkan air mancur.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun meresmikan hasil revitalisasi dengan nilai Rp 100 miliar tersebut di Pantai Timur Pangandaran, Selasa (31/12/2019). Proses revitalisasi selanjutnya pun akan dilakukan bertahap pada tahun-tahun berikutnya, baik di Pangandaran, maupun di kawasan wisata unggulan di kabupaten dan kota lainnya di Jabar.

"Hari ini satu per satu program pemerintah provinsi Jawa Barat di daerah-daerah, pelan-pelan diresmikan ya. Setelah dari Pangandaran akan saya datang ke kabupaten lain, alun-alun, dan sebagainya. Khusus Pangandaran istimewa karena memang etalase wisata pantai paling utamanya ada di Pangandaran," kata Gubernur yang akrab disapa Emil ini seusai peresmian tersebut.

Emil mengatakan anggaran revitalisasi Pantai Pangandaran pada 2019 hampir Rp 100 miliar, untuk memperbaiki pantai barat pantai timur dan pemecah ombaknya. Hasilnya bagi warga setempat pun dinilai luar biasa. Berdasarkan kesaksian Bupati Pangandaran, perekonomian warga Pangandaran meningkat.

"Toko-toko sepanjang Pantai Timur itu peningkatan berdagangnya berlipat-lipat sampai tiga kali lipat. Nah ini akan kita teruskan sampai akhir masa jabatan saya sehingga nanti Pangandaran betul-betul kelasnya harus menjadi kelas yang terbaik di level Indonesia, karena tugas kita dengan kekompakan provinsi dan daerah, akan membuat Pangandaran yang menjadi Hawaii-nya Jawa Barat," katanya.

Emil pun menitipkan hasil program ini kepada warga dan wisatawan, yakni untuk menjaga kebersihan dan ketertiban parkir dan hal lainnya yang menjaga ketertiban dan keindahan di Pangandaran.

"Nah selanjutnya saya serahkan kepada pemerintah dan dewan dari Pangandaran, yang pasti Bandara Nusawiru akan terus kembangkan, kita sedang proses perpanjangan dan lelang pengelolaan," katanya.

Hal lainnya adalah reaktivasi jalur kereta api dari Banjar ke Pangandaran sampai Cijulang yang masih berproses. Kemudian pembangunan tol dari Bandung sampai Banjar yang juga dalam proses.

Mengenai rencana revitalisasi Pondok Seni di Pangandaran dengan membangun waterboom di dalamnya, Emil mengatakan akan mengkombinasikan wisata waterboom dengan kegiatan kesenian di Pondok Seni. Hal tersebut pun tengah didiskusikan kembali dengan masyarakat.

"Yang waterboom nanti didiskusikan. Ini tidak menghilangkan yang namanya pondok seninya, itu jadi pengeluaran terus bagi kita. Jadi kita kombinasikan, pariwisata yang cocok ya urusan air. Jangan dibacanya waterboom hilangkan Pondok Seni, salah itu. Yang ada adalah Pondok Seni diberi tambahan fasilitas supaya bisa menghidupi kesenian dan kebudayaan di lokasi yang sudah ada," katanya.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan berdasarkan surveinya, revitalisasi Pantai Pangandaran ini memang meningkatkan jumlah kunjungan wisata di Pangandaran. Hitungan bisnisnya, katanya, banyak pedagang asongan dan toko yang mengalami kenaikan omzet sampai tiga kali lipat.

"Revitalisasi pantai barat memang masih tahap awal. Gubernur masih akan terus melakukan revitalisasi terus tiap tahun. Jadi banyak hal dilakukan di Pangandaran, termasuk menyambungkan jalan Pamugaran sampai Batuhiu dan Bojongsalawe," katanya.

Jeje mengatakan perawatan kawasan pantai ini akan dilakukan dengan membaginya dalam zona-zona tertentu. Hal ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada wisatawan sekaligus keberlangsungan ekonomi Pangandaran. Pembagian zona ini berbeda antara zona perahu nelayan, wisata air, dan kawasan berenang. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved