Breaking News:

Tahun Baru 2020

Rentan Kecelakaan, Seks Bebas, dan Narkoba, KPAI Minta Masyarakat Waspadai Perayaan Tahun Baru 2020

KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra, mengatakan para orang tua harus memantau dan mengawasi anaknya saat perayaan tahun baru 2020

Pixabay
Ilustrasi: Perayaan tahun baru 2020 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra, mengatakan para orang tua harus memantau dan mengawasi anaknya saat perayaan tahun baru 2020, termasuk memastikan tempat dan siapa saja yang bersama anak saat perayaan.

"Sebab, anak yang bepergian sendirian dalam pergantian tahun baru sangat rawan dari aksi-aksi kejahatan. Bisa juga terpisah dari orang tua dari kerumunan massa yang bergabung dalam perayaan tersebut. Oleh sebab itu diharapkan orang tua bisa mendampingi mereka sehingga tetap terlindungi, aman dan nyaman," kata Jasra melalui ponsel, Senin (30/12/2019).

Daftar Tempat yang Selenggarakan Perayaan Tahun Baru 2020 di Jawa Barat, dari Bandung hingga Garut

Ridwan Kamil Mau Tahun Baruan di Pangandaran, Sebut Kini Trotoar di Pangandaran Mirip di Hawaii

Sebagian anak-anak saat ini atau anak millennial, katanya, suka bepergian bersama teman-temannya tanpa didampingi orang dewasa, bahkan mereka pergi tanpa sepengetahuan orang tua. Sehingga tak heran sering terjadi hal-hal yang tidak diinginkan menimpa anak saat perayaan tahun baru.

"Maka masyarakat yang merayakan pergantian tahun baru diminta untuk memberikan perhatian, perlindungan bersama dan peduli kepada hal-hal yang bisa membahayakan anak," katanya.

Pihaknya pun meminta kepada pemerintah, pihak keamanan, termasuk masyarakat untuk bersama menjaga keamanan dan ketertiban, termasuk mewaspadai aksi kejahatan dengan modus dan model beragam yang membahayakan anak.

"Komitmen kita dalam perlindungan anak oleh semua pihak pada pergantian tahun baru adalah bentuk nyata keberpihakan kepentingan terbaik untuk anak," ujarnya.

Selanjutnya dalam penyambutan tahun baru biasanya, ujarnya, masyarakat dan termasuk anak-anak menyalakan kembang api sebagai wujud perayaan tahun baru. Oleh sebab itu, pihaknya meminta orang tua untuk tidak memfasilitasi atau menyalakan kembang api serta mercon dan sejenisnya.

"Menurut data, setiap pergantian tahun baru ada korban yang berjatuhan. Misalnya tahun 2014 delapan anak di Jakarta terkena ledakan mercon dan dirawat di rumah sakit, daerah Bogor ada yang hampir mengalami putus jari tangan, begitu juga dengan tahun yang sama 1 bayi meninggal terkena ledakan mercon," katanya.

Pada pergantian tahun 2018, ujarnya, seorang bocah berusia 5 tahun meninggal setelah terkena petasan kembang api di Sulawesi Utara. Saat itu, orang tua dan neneknya tengah asik menyantap mi di sebuah tenda. Tiba-tiba sebuah petasan kembang api yang tengah dipasang warga untuk menyambut pergantian tahun terjatuh dan mengarah ke tenda tersebut.

"Kita apresiasi kepada Pemerintah Daerah yang memberikan perhatian khusus terkait pengaturan kegiatan tahun baru bagi masyarakat yang merayakan, semoga pengaturan ini diharapkan bisa memperhatikan aspek perlindungan dan keselamatan anak dalam mengikuti pergatian tahun baru tersebut," tuturnya.

Upaya-upaya pencegahan, kata Jasra, perlu dilakukan sejak dini agar anak terhindar dari dampak-dampak buruk dalam pergantian tahun baru tersebut. Seperti memastikan pusat-pusat hiburan yang dikunjungi anak tidak terjadi pesta narkoba, aktivitas seksual, dan kegiatan lain yang berdampak negatif bagi tumbuh kembang anak.

"Tentu kita sangat menyarankan kepada orang tua untuk membuat kegiatan edukatif dan menyenangkan bersama anak dalam pergantian tahun baru bagi yang merayakan," katanya. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved