Breaking News:

Pemkab Purwakarta Kebut Pembangunan Jalan Penghubung untuk Warga dari Jatiluhur ke Maniis

Pemkab Purwakarta sedang membangun Jalur Lingkar Barat yang menghubungkan masyarakat di wilayah selatan

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Ichsan
tribunjabar/nandri prilatama
Kabupaten Purwakarta 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Pemkab Purwakarta sedang membangun Jalur Lingkar Barat yang menghubungkan masyarakat di wilayah selatan agar mudah mobilisasi ke perkotaan.

Plt Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Purwakarta, Hariman Budi Anggoro mengatakan tahapan awal pembuatan Jalur Lingkar Barat telah selesai dilakukan.

Pada 2020, kata Hariman, pekerjaan dimulai kembali agar masyarakat dapat merasakan akses jalan penghubung dari Jatiluhur ke Sukasari dan selanjutnya ke Maniis.

"Pengerjaan Jalur Lingkar Barat baru selesai pembangunan Jembatan Ciririp di Sukasari. Jembatan 10,5 meter menghubungkan Desa Ciririp dan Parung Banteng," ujarnya di Purwakarta, Jumat (27/12/2019).

Tak hanya Jembatan Ciririp, Dinas Bina Marga juga lanjut Hariman, bakal ada jembatan yang dibangun sebagai penghubung desa yang belum tersambung.

John Kei Bebas Bersyarat 26 Desember 2019, Bebas Murni 2025

"Jembatan Cikanyayan akan dibangun pada 2020. Jalur Lingkar Barat akan ada 14 kilometer jalan yang terhubung dari Jatiluhur ke Maniis," ucap dia seraya menargetkan 2021 bisa selesai seluruhnya.

Adapun anggaran pembuatan Jalur Lingkar Barat hingga selesai nanti, Hariman menyebutkan memerlukan anggaran Rp 75 miliar. Anggaran tersebut diharapkan bisa melalui APBD Purwakarta.

Sebelumnya beberapa waktu lalu, pemerintah daerah sudah menyelesaikan jembatan yang menjadi akses baru dari Wanayasa ke Plered. Jembatan ini menjadi bagian dari Jalur Lingkar Timur yang juga dihubungkan untuk memudahkan akses warga masyarakat.

Hingga H+1 Libur Natal dan Tahun Baru, Peminat Angkutan Kereta Api Masih Tinggi

"Pembukaan jalur yang baru dapat mengurangi kemacetan di pusat Purwakarta, seperti menuju Kecamatan Wanayasa, Pasawahan dan sekitarnya, warga dari Kecamatan Plered, Jatiluhur dan sekitarnya sebelumnya harus memutar melalui pusat kota atau jalur Kecamatan Darangdan dan Bojong," katanya.

"Jalur itu (Lingkar Timur) untuk hubungkan akses jalan nasional Parakanlima menuju jalan provinsi Simpang-Wanayasa sehingga jadi alternatif warga, misalkan dari Plered ke Wanayasa (dan arah sebaliknya), tidak perlu lewat Pasar Rebo," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved