Pemilik Tempat Wisata di Lembang Hati-hati! Dishub Akan Cek Izin Amdal Lalin Akibat Sering Macet

Dishub Jabar akan tinjau perizinan dan Amdal Lalu Lintas sejumlah tempat wisata di kawasan Lembang yang kerap memicu kemacetan

Tribunjabar.id/Hilman Kamaludin
Mendekati libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sudah mulai dipadati wisatawan, sehingga arus lalu lintas pun tampak sudah mulai mengalami kemacetan. Polisi berlakukan buka tutup, Senin (23/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdusslam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Perhubungan ( Dishub) Provinsi Jawa Barat akan meninjau kembali perizinan dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan ( Amdal) Lalu Lintas sejumlah tempat wisata di kawasan Lembang yang kerap memicu kemacetan atau pelambatan lalu lintas di jalan utamanya.

Kepala Dishub Jabar, Hery Antasari, mengatakan pihaknya akan menekan pemilik dan pengelola tempat-tempat wisata di kawasan Lembang yang jalan akses masuk dan keluarnya memperlambat laju kendaraan di jalan utamanya.

"Kami menekan pemilik dan pengelola tempat-tempat wisata yang menjadi bangkitan-bangkitan perlambatan-perlambatan lalu lintas, seperti di Farmhouse, Cikole, dan Floating Market. Kan itu penyebab-penyebabnya karena (wisatawan) akan masuk ke sana sehingga menghambat arus jalan menerusnya," kata Hery di Kantor Dishub Jabar, Jumat (27/12/2019).

Wisatawan yang Menuju Objek Wisata di Lembang Keluhkan Kemacetan Panjang

Antrean kendaraan dari Kampus UPI hingga ke objel wisata Farmhouse dan Great Asia Afrika bahkan hingga ke Pos Polisi Beatrix Lembang.
Antrean kendaraan dari Kampus UPI hingga ke objek wisata Farmhouse dan Great Asia Afrika bahkan hingga ke Pos Polisi Beatrix Lembang. (Tribun Jabar/ Syarif Pulloh Anwari)

Hery mengatakan di masa liburan seperti saat ini, pihaknya terus menyurati dan menelepon pengelola kawasan wisata tersebut supaya ikut berupaya melancarkan lalu lintas di jalan utama dengan cara mengatur arus keluar-masuk kendaraan di area parkir tempat wisatanya.

"Kita evaluasi, kalau mereka tidak nurut, maka akan kami evaluasi izinnya setelah liburan ini. Akan kami rekomendasikan ke bupati dan wali kotanya agar merekomendasikan untuk mereview izin dan AMDAL lalu lintasnya. Itu yang akan saya lakukan," katanya.

Kerap Macet di Jalan Raya, PT KAI Imbau Penumpang Atur Waktu agar Tidak Ketinggalan Kereta

Bandung Utara Mulai Dipadati Wisatawan, Ekor Kemacetan hingga Pasteur Kota Bandung

Berdasaerkan pemantauannya pada masa libur lebaran dan natal, katanya, pelambatan di Jalan Setiabudi-Lembang, Jalan Tangkubanparahu, dan jalan arteri lainnya di Lembang, salah satunya disebabkan manuver dan keluar-masuk kendaraan ke kawasan wisata tersebut.

"Jadi karena memang suplai kendaraan banyak di musim libur, ditambah adanya perlambatan ini karena hambatan samping. Ada orang manuver ingin masuk tempat wisata sehingga mengurangi kecepatan, kemudian yang keluar juga," katanya.

Kemacetan di Jalan Layang Pasupati dari arah Pasteur menuju Tamansari.
Kemacetan di Jalan Layang Pasupati dari arah Pasteur menuju Tamansari. (Tribun Jabar/Mega Nugraha)

Akibat aktivitas di sekitar tempat wisata ini, katanya, warga yang hanya akan melintasi jalan tersebut ke tujuan lainnya akhirnya ikut terhambat.

"Ini kan idealnya harus ada pulau jalan yang khusus masuk lokasi atau tempat parkirnya. Jadi tidak akan ganggu orang yang cuma lewat. Ini kan kita amati dari Lebaran sampai sekarang, pengelola ini belum melakukan hal tersebut. Karena berkaitan dengan lahan dan sebagainya," katanya.

Pengelola tempat wisata, ujarnya, tidak hanya berkewajiban menyediakan tempat parkir. Pengelola pun harus memperhatikan manuver kendaraan dan pembuatan pulau jalan.

"Nah itu jadi evaluasi. Saya baru tugas di Lebaran dan Natal ini, jadi baru ada informasi ini. Informasi lain terus dikumpulkan untuk ditindaklanjuti di 2020. Kalau sekarang masih disiapkan rekayasa lalin, penempatan petugas dan rambu," katanya. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved