Breaking News:

Limbah Jagung dan Eceng Gondok Penghasil Energi Terbarukan

Selama ini limbah dianggap tidak memiliki nilai guna. Tetapi ternyata dengan kemajuan ilmu dan teknologi, limbah dapat dijadikan energi terbarukan.

TRIBUN JABAR/RAGIL WISNU SAPUTRA
Ketua Kelompok Tani Sugih Mukti Cicalengka, Ajang (51) tengah menunjukkan hasil jagung dari panen raya yang tengah dijemur, Selasa (22/3/2016). 

Oleh: Delian Junior, Mahasiswa Jurusan Biologi Universitas Pendidikan Indonesia

SAAT ini populasi dunia yang terus bertambah menyebabkan kebutuhan terhadap energi dan produksi limbah meningkat. Penggunaan energi yang terus-menerus oleh manusia menyebabkan semakin berkurangnya sumber energi.

Untuk mengatasi hal itu maka diperlukan energi alternatif terbarukan yang dapat menggantikan bahan bakar yang berasal dari minyak tanah dan gas alam. Hal ini mendorong para ilmuwan mencari sumber energi lain yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia.

Tanpa terduga para ilmuwan menemukan sumber energi alternatif yang berasal dari sesuatu yang dianggap sudah tidak berguna. Sumber energi tersebut berasal dari limbah yang dapat digunakan sebagai bahan baku energi alternatif.

Selama ini limbah dianggap tidak memiliki nilai guna. Tetapi ternyata dengan kemajuan ilmu dan teknologi, limbah dapat dijadikan energi terbarukan.

Satu di antara sumber limbah adalah dari hasil pertanian. Limbah hasil pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif terbarukan yaitu limbah tanaman jagung. Limbah tanaman jagung memiliki potensi sebagai bahan baku pada produksi energi. Hasil limbah lain yang bisa digunakan adalah eceng gondok.

Kedua limbah ini dapat digunakan sebagai penghasil biogas. Hal yang memengaruhi pembuatan biogas adalah perbandingan kadar karbon dan nitrogen yang sesuai ada pada limbah jagung dan eceng gondok.

Biogas merupakan energi terbarukan yang dihasilkan melalui proses penguraian limbah organik dengan bantuan bakteri. Pembentukan biogas membutuhkan bakteri untuk proses penguraian yang berperan untuk mengubah limbah menjadi energi terbarukan yang lebih bermanfaat untuk manusia.

JEMBATAN -- Pengendara roda dua saat melintasi jembatan kayu di Situ Cipule yang dikelilingi eceng gondok, Minggu (25/9/2016).
JEMBATAN -- Pengendara roda dua saat melintasi jembatan kayu di Situ Cipule yang dikelilingi eceng gondok, Minggu (25/9/2016). (TRIBUN JABAR / MEGA NUGRAHA)

Kelompok bakteri yang melakukan peran penting ini adalah metanogen. Bakteri metanogen adalah bakteri yang menghasilkan metana. Metana merupakan kandungan utama dalam biogas.

Biogas yang dihasilkan dari penguraian limbah jagung dan eceng gondok dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan, pengganti gas LPG, penghasil pupuk organik, sebagai pembangkit listrik, dan sebagai sumber energi lain. (*)

Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved