30 Persen Uang Tiket Masuk Curug Cijalu di Subang Diberikan Perhutani ke Desa dan LMDH

Kepala Resor Wilayah Wanayasa BKPH Cisalak Perum Perhutani KPH Bandung Utara, Ocep menyebut Curug Cijalu telah dikelola Perhutani sejak 1984.

Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Suasana di objek wisata alam Curug Cijalu, yang bertempat di Desa Cipancar, Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang atau tepatnya berbatasan dengan Kabupaten Purwakarta, pada Kamis (26/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Kepala Resor Wilayah Wanayasa Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Cisalak Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara, Ocep menyebut objek wisata Curug Cijalu telah dikelola Perhutani sejak 1984.

Perhutani dalam pengelolaan objek wisata Curug Cijalu bekerjasama dengan pemerintah desa dan lembaga masyarakat desa hutan (LMDH), termasuk di dalamnya terkait tiket masuk.

"Uang tiket yang masuk itu kami bagikan 30 persen ke desa dan juga LMDH setempat," ujarnya di lokasi Desa Cipancar, Kecamatan Serangpanjang, Kamis (26/12/2019).

Curug Cijalu, Wisata Alam yang Indah dengan Hawa Sejuk dan Lokasinya Tersembunyi di Subang

Masa liburan sekolah kali ini, Ocep menyebut objek wisata Curug Cijalu menurun 40 persen pengunjungnya dari tahun lalu.

Penurunan jumlah pengunjung dikatakan Ocep dikarenakan saat ini telah banyaknya objek-objek wisata sehingga menjadi saingan.

"Wisata di sini itu ramainya di hari tertentu saja seperti Sabtu-Minggu, sedangkan hari biasa tak terlalu ramai. Musim liburan juga kalau biasanya sampai sore suka ramai tapi sekarang-sekarang sepi," katanya.

Ketika disinggung terkait akses jalan yang tak bisa dilalui kendaraan seperti bus, Ocep membenarkannya.

Tapi, kata Ocep untuk bus ukuran 3 perempat bisa ke sana dengan catatan tetap berhati-hati.

"Bus 3 perempat bisa masuk tapi harus diatur," katanya.

Suasana perjalanan menuju objek wisata alam Curug Cijalu, yang bertempat di Desa Cipancar, Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang atau tepatnya berbatasan dengan Kabupaten Purwakarta, pada Rabu (25/12/2019).
Suasana perjalanan menuju objek wisata alam Curug Cijalu, yang bertempat di Desa Cipancar, Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang atau tepatnya berbatasan dengan Kabupaten Purwakarta, pada Rabu (25/12/2019). (Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama)

Dia juga mengimbau kepada para pengunjung untuk tetap berhati-hati, karena objek wisata Curug Cijalu ini ialah objek wisata alam yang rawan terhadap gejala alam, terlebih saat ini memasuki musim hujan.

"Para pengunjung diharap tidak terlalu lama di lokasi air terjun. Khawatir adanya longsor atau bebatuan dari atas. Dan jalan menuju lokasi suka ada sungai kecil waspada karena sewaktu-waktu ada air bah di jalannya. Tapi, kami selalu ada pemantauan jika cuaca tak bersahabat," ujarnya.

Salah seorang pengunjung, Ipung (32) warga Segalerang, Subang, mengaku sering datang ke Curug Cijalu ini untuk memanfaatkan waktu libur bersama keluarganya. Menurutnya, Curug Cijalu ini bagus dan air terjunnya besar.

"Saya sih lihatnya bagus ya (Curug Cijalu) dibandingkan curug lainnya seperti misal Curug Cigentis (Karawang). Akses jalannya enak gak terlalu ribet. Dan harga tiket masuknya juga standar pas di kantong," ujarnya. (*)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved