Hari Natal 2019

Soal Ucapan Selamat Natal, MUI Jabar Sebut Bentuk Penghormatan, Menjaga Persaudaraan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat mengajak umat muslim agar saling menghargai dan menghormati soal polemik ucapan Selamat Hari Natal.

Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Rafani Achyar saat ditemui di Kantor MUI Jabar Jl RE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (28/11/2018). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat mengajak umat muslim agar saling menghargai dan menghormati soal polemik memberikan ucapan Selamat Hari Natal kepada umat Kristiani.

Sekretaris MUI Jawa Barat, Rafani Achyar mengatakan terdapat sebagian kalangan ada yang mengkhawatirkan mengucapkan Selamat Hari Natal.

Tetapi, bukan berarti mengakui keyakinan, hanya sebagai bentuk perayaan keagamaan.

"Sesuai dengan fatwa MUI kalau ucapan Selamat Hari Natal sendiri diniatkan untuk mengakui eksistensi agama lain itu ada, bukan berarti mengakui kebenaran teologinya," ujar Rafani, saat dihubungi melalui ponselnya, di Kota Bandung, Rabu (25/12/2019).

VIDEO-Santa Claus Mendatangi Pos Pelayanan Polsek Sukasari | NATAL 2019

Menurutnya, umat agama Kristen, Hindu, Buddha, Islam dan lainnya yang ada di Indonesia, hidup secara berdampingan.

Sehingga ucapan Selamat Hari Natal ditujukan untuk saling menghormati.

"Agar mengakui keberadaan atau eksistensi mereka. Soal teologi atau keyakinan, sesuai masing-masing," katanya.

Sementara itu, perayaan Natal 2019 ini bertemakan "Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang".

Sudah Dilarang Beroperasi Tetap Bandel, 20 Truk Diamankan Polisi di Tol Cikampek Saat Hari Natal

MUI berpesan kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan memelihara kerukunan dan persaudaraan.

Secara persaudaraan keislaman, persaudaraan kemanusiaan, dan persaudaraan kebangsaan.

Penulis: Ery Chandra
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved