Penanganan Syaraf Terjepit Di Leher Dengan Tehnik Percutaneous Endoscopic Cervical Decompression

Salah satu penyakit yang sering dialami oleh pekerja yang menggunakan laptop atau komputer adalah HNP (Herniated Nucleus Pulposus)

Penanganan Syaraf Terjepit Di Leher Dengan Tehnik Percutaneous Endoscopic Cervical Decompression
Istimewa
dr. Harmantya Mahadhipta, Sp.OT (K)Spine Dokter Spesialis Bedah Orthopedi & Traumatologi 

ditulis oleh : 

dr. Harmantya Mahadhipta, Sp.OT (K) Spine
Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Konsultan Tulang Belakang

KETERGANTUNGAN kita terhadap teknologi memang tidak dapat dihindarkan. Penggunaan laptop atau komputer sebagai sarana untuk bekerja saat ini sudah sangat lazim.

Terlebih oleh generasi millenial. Posisi leher yang salah saat menggunakan laptop atau komputer dapat memicu terjadinya nyeri pada tengkuk atau leher serta kesemutan yang menjalar dari bahu hingga tangan yang terkadang dapat sangat mengganggu aktifitas sehari-hari.

Salah satu penyakit yang sering dialami oleh pekerja yang menggunakan laptop atau komputer adalah HNP (Herniated Nucleus Pulposus). Keadaan ini merupakan penonjolan bantalan sendi daerah leher yang dapat menyebabkan terjadinya jepitan syaraf leher.

Gejala yang dapat ditimbulkan meliputi nyeri pada tengkuk atau bagian belakang kepala, nyeri pada belikat, kesemutan yang menjalar dari leher ke tangan, baal di tangan, atau bahkan hingga kelemahan pada bahu, siku, maupun jari.

Pada tahap jepitan yang lebih lanjut, dapat ditemukan keluhan myelopathy meliputi gangguan keseimbangan, gangguan koordinasi gerak halus (seperti mengancing baju, menggunakan sendok, sering menjatuhkan barang), hingga kelumpuhan.

emc2412a
Foto luka bekas tindakan
emc2412b
Foto syaraf yang bebas

Secara garis besar penanganan HNP cervical meliputi terapi konservatif (tanpa operasi) atau operasi. Terapi konservatif harus diusahakan terlebih dahulu selama 4-6 minggu, karena 80% gejala HNP cervical dapat hilang dengan terapi konservatif yang meliputi obat, fisioterapi, akupuntur, injeksi, dan perbaikan posisi kerja. 20% kasus HNP cervical perlu tindakan operasi.

Indikasi operasi pada kasus HNP cervical antara lain jika terapi konservatif sudah gagal, nyeri yang ditimbulikan sangat hebat sehingga mengganggu aktifitas sehari-hari, sudah terjadi kelemahan anggota gerak atas, dan/atau terdapat gejala myelopathy.

Pilihan operasi pada HNP cervical bermacam-macam. Saat ini dengan perkembangan teknologi kedokteran, operasi HNP cervical dapat dilakukan dengan tehnik endoskopi yang disebut dengan Percutaneous Endoscopic Cervical Decompression (PECD), yang dapat dilakukan dari depan leher (anterior) ataupun dari belakang leher (posterior) tergantung lokasi tonjolan bantalan sendi.

Halaman
12
Editor: bisnistribunjabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved