Breaking News:

Pimpinan KPK Mau Ganti Juru Bicara, ICW Curiga Ada Misi Balas Dendam Pimpinan Baru ke Figur di KPK

ICW mencurigai bahwa penggantian juru bicara adalah upaya balas dendam pimpinan KPK yang baru terhadap figur tertentu.

Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2019). 

TRIBUNJABAR.ID - Rencana Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjuk Juru Bicara KPK yang baru apakah menjadi persoalan yang mendesak?

Jika hak itu bukan menjadi persoalan serius karena juru bicara KPK saat ini bisa bekerja dengan baik, Indonesia Corruption Watch (ICW) mencurigai bahwa penggantian adalah upaya balas dendam pimpinan KPK yang baru terhadap figur tertentu.

Menurut ICW, sebelum memutuskan mengganti juru bicara, seharusnya para Pimpinan KPK mempertimbangkan urgensi penggantian jubir.

KPK Panggil Petinggi Garuda Indonesia, Periksa Soal Dugaan Suap Pengadaan Pesawat

Pimpinan KPK pun disarankan untuk berkonsultasi dengan Biro Sumber Daya Manusia KPK.

"Hal ini penting untuk menganalisis dua persoalan. Pertama, apakah mencari Juru Bicara KPK baru sifatnya mendesak mesti dilakukan," kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana melalui keterangan tertulis, Selasa (24/12/2019).

"Kedua, apakah selama ini Juru Bicara KPK bekerja tidak baik?" lanjutnya.

Jika hasil konsultasi dengan Biro Sumber Daya Manusia KPK menyimpulkan bahwa penggantian jubir baru tidak mendesak dan kinerja jubir dinilai sudah baik, kata Kurnia, rencana penggantian jubir patut dipertanyakan.

"Kami curiga bahwa kebijakan ini adalah langkah balas dendam dari lima Pimpinan KPK terhadap figur tertentu di KPK," ujarnya.

Kurnia menambahkan, rencana penggantian jubir ini justru kian memperkuat keraguan publik pada lima Pimpinan KPK yang baru.

Albertina Ho, Srikandi Hukum Jadi Dewan Pengawas KPK,Tegas Tak Pandang Bulu Saat Tangani Kasus Kakap

"Sedari awal memang publik sudah meragukan lima Pimpinan KPK saat ini akan bisa membawa KPK ke arah yang lebih baik. Lambat laun keraguan publik itu terkonfirmasi dengan kinerja mereka," kata Kurnia.

Halaman
12
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved